alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Jelang Idul Adha, Perajin Besek di Dusun Patuk Ngoro Kebanjiran Order

Dua Minggu Garap 3.500 Besek

26 Juli 2020, 07: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Para perajin besek dari anyaman bambu di Dusun Patuk, Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro.

Para perajin besek dari anyaman bambu di Dusun Patuk, Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Para perajin besek dari anyaman bambu di Dusun Patuk, Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro sedang sibuk-sibuknya. Menjelang Hari Raya Idul Adha, mereka mendapat banyak pesanan dari pelanggan.

JOMBANG - Sejak beberapa minggu terakhir perajin anyaman bambu di dusun itu terus berproduksi. Terutama pembuat besek yang lagi banyak pesanan. Salah satunya Naning Setiowati. Terhitung sejak 10 Juli lalu, produksi beseknya terus meningkat. Sampai-sampai ruang tamu rumahnya dipenuhi besek siap kirim.

“Ini tadi (kemarin, Red) baru ada yang ambil 300-400 besek,” katanya membuka pembicaraan dengan koran ini Sabtu kemarin (25/7). Permintaan besek tahun ini meningkat tajam. Tidak seperti sebelumnya yang hanya membuat ratusan, kini bisa mencapai ribuan besek setiap minggu.  “Sekarang banyak yang pesan, katanya buat tempat daging kurban,” imbuh wanita berusia 40 tahun ini.

Menurut Ning, sapaan akrabnya, besek yang dipesan dari pelanggan itu rata-rata dipersiapkan untuk Hari Raya Idul Adha. Besek itu dijadikan pembungkus daging kurban yang nanti akan dibagikan kepada warga. “Bungkusnya sekarang banyak yang pakai besek,” sambung dia.

Saking banyaknya pesanan, dia akhirnya menambah jumlah pekerja. Jika hari-hari biasa dibantu tak sampai sepuluh orang orang yang notabene tetangga dan sanak famili. Kini, ia dibantu 15 orang dengan tambahan warga sekitar. “Soalnya pesanan tidak seperti biasanya. Sekarang lebih banyak buat besek,” sambungnya.

Dia menyebut baru saja mengirim ribuan besek ke luar Jombang. “Ke Mojokerto 3.500 besek, Surabaya baru kemarin 1.000 besek. Jombang sendiri juga ada,” tutur dia. Disebutkan, besek yang dia buat ada beberapa macam ukuran. Mulai dari paling kecil 10x10 centimeter hingga 22x22 centimeter. Harganya pun bergantung masing-masing ukuran.

“Kalau ukuran 14x14 centimeter Rp 2.500 per biji, sementara ukuran 22x22 Rp 75.000 per kodi isi 20 besek,” beber dia sembari menunjuk besek. Setiap tiga minggu sekali, ia selalu mengirim besek pesanan. Karena waktu yang dibutuhkan anyaman ini sekitar dua sampai tiga minggu. “Kalau pesannya banyak sampai 3.000 besek, dua mingguan,” terangnya.

Ditanya bahan baku, Ning mengaku tidak kesulitan. Bambu yang jadi bahan utama masih tetap sama, yaitu bambu apus. Bambu itu sengaja didatangkan dari luar Jombang. “Bambu apus dikirim Pak Marji dari Malang, sekali kirim biasanya 400 potong,” pungkasnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia