alexametrics
Kamis, 06 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tiga Pejabat Positif Covid-19, IDI Jombang: Waspadai Klaster Kantor

25 Juli 2020, 20: 52: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi kantor Dispendukcapil Jombang yang ditutup sementara usai kepala dinasnya dinyatakan positif Covid-19.

Kondisi kantor Dispendukcapil Jombang yang ditutup sementara usai kepala dinasnya dinyatakan positif Covid-19. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - IDI Jombang mengingatkan Gugas PP Covid-19 untuk mewaspadai munculnya potensi klaster baru. Sehingga tracing secara tepat dan tepat harus dilakukan untuk mencegah penularan. ”Jadi potensi ke sana (kaslter baru, Red) memang ada,” ujar Ketua Satgas Covid-19 IDI Jombang dr Sjarifudin.

Yang menjadi perhatian, lanjut dia, para pejabat setingkat kepala OPD dan sekdakab sering menggelar rapat pertemuan secara tatap muka dalam beberapa hari terakhir bersama forum komunikasi pimpinan daerah. Termasuk dengan bupati dan wakil bupati. ”Apalagi rapat yang dilakukan para pejabat ini di ruangan minim ventilasi. Ditambah ruangan ber-AC dan tertutup,” tambahnya.

Menurut dia, potensi penularan Covid-19 dari ruangan minim ventilasi sangat tinggi. Berdasar informasi organisasi kesehatan dunia disampaikan, virus korona mampu bertahan di ruangan ber-AC lebih lama beberapa jam daripada luar ruangan. ”Itu masalahnya, yang perlu diwaspadai kan karena mereka sering rapat bersama,” jelas dia.

Untuk itu, dirinya mengimbau kegiatan tatap muka maupun kegiatan seremonial yang menimbulkan potensi kerumuman agar diminimalkan. Seperti rapat koordinasi atau peresmian di sejumlah desa yang dilakukan pimpinan daerah juga perlu dihindari. ”Kemarin kami sudah menyampaikan, agar kegiatan seperti itu diminimalkan. Kalau tidak urgent lebih baik tidak dihadiri,” tegasnya.

Atau paling tidak hadir, lanjut Sjarifudin, dengan memerhatikan protokol pencegahan. Semisal tidak berjabat tangan, memakai masker, menghindari kerumunan serta tidak menyediakan makanan secara prasmanan. Pihaknya juga meminta Gugas PP segera melakukan tracing terhadap kontak erat.

Menurut dia, langkah screening rapid test masal terhadap sejumlah pegawai hingga meminta isolasi mandiri bagi pegawai yang hasilnya reaktif itu tindakan tepat. Namun ada satu lagi yang perlu dilakukan Gugas PP, yakni melakukan uji swab terhadap kontak erat atau orang dekat yang berkontak dengan pasien positif Covid-19.

Diantaranya, sopir, ajudan, atau sekretariat yang bersinggungan dengan pasien beberapa hari terakhir. ”Kontak erat meskipun hasil rapid test-nya nonreaktif tetap harus diminta isolasi mandiri dan diuji swab,” pungkas Sjarifudin.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia