alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Sinyal HP Sulit, Disdikbud Jombang Bolehkan Guru Datangi Rumah Murid

25 Juli 2020, 09: 30: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Akibat sulit sinyal dan tidak memiliki handphone, proses belajar daring anak-anak Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, tak bisa berjalan maksimal.

Akibat sulit sinyal dan tidak memiliki handphone, proses belajar daring anak-anak Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, tak bisa berjalan maksimal. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Guru diperbolehkan berkunjung ke rumah siswa dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik. Terutama wilayah yang keterbatasan sinyal dan orangtua yang tidak memiliki handphone selama proses belajar daring, seperti di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

”Jadi kami sudah menyampaikan kepada kepala sekolah agar teman-teman di lapangan melihat kondisi yang ada,” ujar Agus Purnomo Kepala Dinas P dan K Jombang kemarin (24/7). Segala persoalan teknis yang berkaitan dengan belajar daring seperti keterbatasan sinyal dan orang tua yang tidak memiliki handphone, agar disikapi secara bijak. ”Kalau kondisinya demikian kami tidak melarang guru datang ke rumah siswa,” tambahnya.

Dalam SE tentang Panduan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021 memang disebutkan jika kegiatan pembelajaran tatap muka ditiadakan. Namun Agus mengatakan, sebagai bentuk kemerdekaan belajar segala inovasi dan langkah solutif harus dilakukan guru dan sekolah. ”Kami tidak melarang sekolah atau guru menyikapi dengan kunjungan belajar di rumah,” jelas dia.

Hanya saja, karena saat ini masih dalam masa pandemi ia menyarankan agar guru dan siswa yang melaksankan kegiatan tatap muka, agar tetap memerhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan Covid-19. ”Wajib pakai masker dan duduk berjarak, kalau bisa menggunakan pelindung wajah,” jelasnya lagi.

Selain itu, guru juga diminta membatasi kelompok belajar terhadap kunjungan yang dilakukan. ”Ya tetap harus ada pembatasan,” tandasnya. Namun demikian, Agus menegaskan tidak semua daerah atau wilayah dapat melaksanakan kunjungan belajar ke rumah siswa.

Untuk wilayah kota yang kondisi sinyalnya masih terjangkau diminta tetap melaksanakan pembelajaran secara daring dari rumah. Termasuk beberapa kecamatan lain yang akses internet sangat mudah. ”Ini khusus daerah terpencil yang sulit sinyal,” tegasnya.

Agus menambahkan, kunjungan belajar yang dilakukan guru hanya boleh dilakukan di daerah pinggiran yang kesulitan sinyal. Seperti Wonosalam, Plandaan, maupun Kabuh. ”Kemarin teman-teman dari Kecamatan Plandaan sudah melaksanakan kunjungan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas bapak dua anak ini.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia