alexametrics
Kamis, 06 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Akibat Hama Tikus, Petani Megaluh Ganti Tanaman hingga Tiga Kali

24 Juli 2020, 11: 12: 29 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Serangan hama tikus kini meluas hingga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Sejumlah petani mengaku sejak awal tanam, tikus sudah menyerang. Akibatnya untuk opersional kini membengkak.

Serangan hama tikus kini meluas hingga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Sejumlah petani mengaku sejak awal tanam, tikus sudah menyerang. Akibatnya untuk opersional kini membengkak. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Serangan hama tikus kini meluas hingga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Sejumlah petani mengaku sejak awal tanam, tikus sudah menyerang. Akibatnya untuk opersional kini membengkak.

Salah satunya diungkapkan Amirin. Saking parahnya serangan hama tikus, dia bahkan sudah tiga kali menyulam tanaman padi yang mati. “Ini sudah tiga kali menyulam, sebab sebagian banyak tanaman yang mati diserang tikus,” katanya Kamis (23/7) kemarin.

Dikatakan, hama mulai menyerang diawal tanam. Tikus memburu padi miliknya. “Pokoknya batangnya ini patah, kan mati. Lalu diganti tanaman baru, tetap diserang lagi,” imbuh dia sembari menunjukkan padi yang mati.

Karena sudah tiga kali sulam, otomatis biaya operasional yang dia keluarkan membengkak. Sawah dengan luas sekira 1.400 m2 miliknya misalnya, sudah mengeluarkan hampir Rp 1 juta. “Kalau normal itu sekitar Rp 600 ribu untuk banon 100. Mulai benih, lalu nyiapkan tanah. Sekarang ya nambah sekitar Rp 200 ribuan jadi Rp 800 ribu,” sebut dia.

Keperluan itu belum termasuk biaya yang dia keluarkan untuk membeli racun tikus. “Kadang kita urunan sama petani lain buat nembak, per sawah itu Rp 20 ribu,” ungkap dia.

Senada, Abidin petani lainnya mengaku demikian. Tak hanya memberikan racun, hingga menyewa juru tembak tikus. “Kadang juga gropoyokan, sebelah sana pakai jebakan listrik,” terang dia sembari menunjuk lokasi sawah.

Disebutnya, ada dua sawah yang akhirnya memilih pasang jebakan aliran listrik. Hanya saja jaringannya menggunakan jenset. “Belum ada bantuan racun, kita urunan buat sewa nembak Rp 20 ribu,” terang dia.

Terkadang pemuda sekitar melakukan nembak sendiri. “Terus diganti per ekornya ini Rp 500,” sebut dia.

Sebelumnya, banyaknya keluhan para petani terkait serangan hama tikus mendapat respons kalangan dewan. Komisi B DPRD Jombang akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang.

”Memang di tingkat petani masih banyak yang mengeluhkan hama tikus,” ujar Sunardi, Ketua Komisi B DPRD Jombang kemarin.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia