alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sanksi Eks Lurah Kepanjen, Inspektorat Jombang Tunggu Surat Polisi

24 Juli 2020, 11: 10: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Dorongan sanksi terhadap Maret Yudianto, eks lurah Kepanjen, Kecamatan Jombang yang menjadi tersangka kasus dugaan penyalahgunaan aset kelurahan direspons inspektorat. Yang mengaku belum bisa melangkah sebelum ada surat resmi dari kepolisian.

”Sampai sekarang kita belum menerima surat resmi penetapan tersangka dari kepolisian,” terang Inspektur Kabupaten Eka Suprasetya, kemarin.

Eka menambahkan, lantaran belum menerima surat itu (penetapan tersangka, Red), pihaknya belum berani melangkah jauh. Sebab untuk melakukan pemeriksaan terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) atau menjatuhkan sanksi, pihaknya harus punya dasar.

”Untuk melakukan pemeriksaan atau memberikan sanksi kita harus ada dasar surat resmi, baru kita gunakan dasar melangkah, kita lihat alurnya seperti apa dan ketentuan seperti apa,” terangnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan uang sewa tanah kas milik Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang. Polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Dari hasil audit yang dilakukan inspektorat, ditemukan potensi kerugian keuangan negara mencapai Rp 281 juta. Dari hasil gelar, polisi menaikkan status Maret Yudianto, eks lurah Kepanjen menjadi tersangka. ”Untuk MY sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Juni 2020,” terang AKP Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang kepada koran ini (15/7).

Akibat perbuatannya, eks lurah dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Meski begitu, terhadap Maret Yudianto belum dilakukan penahanan. ”Prosesnya sekarang sudah tahap satu. Berkas sudah kami kirim ke Kejaksaan Negeri Jombang,” pungkas Cristian.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia