alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Update Covid-19 di Jombang; Tambah 33 Kasus Baru, 37 Pasien Sembuh

24 Juli 2020, 10: 56: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Kasus terkonfirmasi positif dan angka pasien sembuh di Jombang saling kejar. Kamis kemarin (23/7), ada tambahan 33 pasien positif baru, selain 37 pasien sembuh dan tiga pasien meninggal dunia.

“Untuk hari ini memang jumlah pasien positif maupun pasien yang sembuh cukup banyak. Terkonfirmasi positif kumulatif sekarang 488, atau bertambah 33 orang,” terang Budi Winarno, Humas Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang.

Dari tambahan 33 kasus baru itu ia merinci paling banyak berasal dari Kecamatan Jombang sebanyak 10 orang. Disusul Kecamatan Sumobito dengan delapan tambahan pasien. Kecamatan Tembelang terbesar ketiga dengan 4 tambahan pasien baru.

“Sisanya dari Mojoagung, Mojowarno dan Perak masing-masing dua orang. Sedangkan Kecamatan Peterongan, Jogoroto, Kesamben, Ploso dan Bandarkedungmulyo masing-masing satu orang,” lanjutnya.

Tambahan ini juga membuat Kecamatan Jombang memiliki total 67 kasus positif secara kumulatif. Kecamatan Jombang naik ke posisi 2 dan menggeser posisi Kecamatan Sumobito ke posisi ke tiga dengan 62 kasus positif kumulatif. “Jadi pasien positif ini hasil uji swab lama. Sampai hari ini belum berhubungan dengan kasus positif dan rapid test reaktif para pejabat,” ungkapnya.

Sementara untuk pasien sembuh, Budi menyebut jumlahnya mencapai 37 orang. Pasien sembuh paling banyak berasal dari Kecamatan Peterongan 28 orang. Kecamatan Sumobito empat orang dan Kecamatan Mojowarno tiga orang. “Sisanya dari Kecamatan Mojoagung dan Kabuh, masing-masing satu orang,” imbuhnya.

Untuk pasien positif meninggal dunia, disampaikannya ada tambahan tiga orang. Masing-masing berasal dari Kecamatan Peterongan dua orang dan Mojoagung satu orang. Dengan tambahan ini, presentase kesembuhan di Jombang kembali meningkat hingga 51 persen atau 249 orang. Sementara untuk pasien yang dirawat mencapai 41,4 persen  atau 202 orang. Dan tingkat kematian naik menjadi 7,6 persen atau 37 orang.

“Untuk yang dirawat, rinciannya 100 menjalani karantina mandiri. Selebihnya 102 menjalani karantina di rumah sakit dan rumah isolasi,” pungkas Budi.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia