alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pejabat Lama Positif Covid-19, Posisi Sekdakab Jombang Diisi Plh

24 Juli 2020, 10: 54: 50 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: penyemprotan disinfektan di gedung Pemkab Jombang.

ILUSTRASI: penyemprotan disinfektan di gedung Pemkab Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kekosongan posisi Sekdakab Jombang setelah Akhmad Jazuli menjalani perawatan karena sakit, kini diisi pelaksana harian (Plh). Pejabat yang ditunjuk Eksan Gunajati Kepala Bapenda Jombang.

“Benar, jadi surat sebenarnya sejak Rabu (22/7). Untuk jabatan Sekdakab sementara diisi Plh. Yang mengisi pak Eksan Gunajati, sebelumnya menjabat Kepala Bapenda,” terang Senen Kepala BKDPP Kabupaten Jombang, kemarin.

Penunjukan Eksan sebagai Plh Sekda lantaran posisi Sekda kosong karena Akhmad Jazuli sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang setelah terpapar virus Covid-19. Sehingga tidak memungkinkan bisa bekerja dan menangani tugas dan tanggungjawabnya. “Untuk penunjukan Plh kewenangan PPK (bupati), bisa pejabat yang eselon di bawahnya sekda,” lanjutnya.

Baca juga: Giliran Istri Sekdakab Jombang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ia menyebut, sebagai Plh Eksan mendapat waktu hingga 14 hari sejak Rabu kemarin. “Nanti pasti akan dilihat kembali, apakah setelah itu pak sekda sudah bisa bertugas, kalau belum ya bisa diperpanjang, menyesuaikan saja,” tambah dia.

Jika posisi sekda dijabat Plh, posisi Kepala Disdukcapil Masduqi Zakaria yang juga tengah menjalani perawatan intensif, disebutnya tidak ada pengganti Plh. Hal itu berkaitan dengan proses pelayanan Dispendukcapil yang kini telah bisa dilakukan secara online di rumah. “Untuk pelayaan dokumen masih bisa pakai tandatangan elektronik, sehingga tidak perlu ada Plh,” tegas dia.

Sementara itu, Pemkab Jombang kembali memberlakukan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah. Bahkan, Dispendukcapil memilih menutup pelayanan langsung di kantor dan beralih ke layanan online.

Seperti terlihat di Dispendukcapil kemarin (23/7), pantauan koran ini dari luar, gedung nampak sepi. Pintu utama kantor tertutup rapat. Meski terdengar suara pegawai di dalam ruang, namnu pintu depan terlihat dirantai.

Di depan pintu, terlihat tulisan kertas ditempel bertuliskan kantor tutup hingga 10 Agustus 2020. Dalam kertas itu juga tertulis jika pelayanan sementara dilakukan melalui online di laman milik Dispendukcapil Kabupaten Jombang.

Dikonfirmasi perihal ini, Plh Sekdakab Jombang Eksan Gunajati menyebut kebijakan penutupan termasuk dalam penyesuaian kembali aturan bekerja untuk ASN di lingkup Pemkab Jombang, setelah dua pejabat utama terkonfirmasi.

“Jadi bukan penutupan, tapi kita penyesuaian kembali, terkait dengan kondisi saat ini. Jadi Work From Home ini memang kita lakukan kembali karena yang positif dari jajaran pimpinan, sehingga pengawasan dan pencegahan memang harus lebih ketat,” terangnya kepada sejumlah awak media, siang kemarin (23/7).

Khusus untuk Dispendukcapil, Eksan menyebut ada penekanan khusus. Hal ini setelah kepala dinas dinyatakan positif. Terlebih dalam rapid test masal kemarin, diketahui ada enam staf yang hasilnya terindikasi reaktif. “Karena kondisinya cukup genting sehingga membutuhkan penutupan. Tapi layanan sudah bisa online, jadi tidak terlalu masalah,” lanjut dia.

Selain Disdukcapil, pemberlakukan aktivitas terbatas juga diberlakukan di bagian sekretariat Setdakab Jombang. “Tapi untungnya tidak banyak pelayanan, sehingga tidak terlalu menganggu,” tambahnya.

Kepala Bapenda Jombang ini menyebut, pemberlakuan kembali WFH diharapkan tak berlangsung lama. “Kita upayakan paling tidak 14 hari ke depan, setelah itu kita berharap sudah bisa normal kembali,” pungkas Eksan.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP