alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Terdakwa Kasus Penipuan Jual Beli Mobil Murah Segera Hadapi Tuntutan

22 Juli 2020, 10: 16: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Mobil barang bukti hasil penipuan dengan modus jual beli yang dilakukan Mutik, 37, asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito.

Mobil barang bukti hasil penipuan dengan modus jual beli yang dilakukan Mutik, 37, asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Mutik, 37, terdakwa kasus dugaan penipuan jual beli mobil murah mendekati babak baru. Dalam waktu dekat, perempuan asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito segera menghadapi tuntutan jaksa.

”Sampai sekarang masih berjalan. Kamis (23/7) jadwalnya pembacaan tuntutan,” terang Gigih Benah Rendra, jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Menyusul situasinya sidang pembacaan tuntutan menggunakan sistem virtual. ”Jadi terdakwa mengikuti sidang dari lapas, hakim dari pengadilan sementara JPU dan kuasa hukum mengikuti dari kantor kejaksaan,” bebernya.

Dia menambahkan, sebelumnya pihak terdakwa sempat mengajukan keberatan, namun ditolak. ”Kemarin pemeriksaan terdakwa sudah,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan materi tuntutan berdasarkan fakta, bukti dan keterangan selama proses persidangan. ”Sudah kita siapkan, kita sudah siap dengan materi tuntutan,” singkatnya.

Sebelumnya, Mutik,37, ibu rumah tangga asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito diamankan Satreskrim Polres Jombang. Aksinya melakukan penipuan jual beli kendaraan terbongkar. Polisi berhasil mengamankan sebanyak 17 kendaraan bermotor.

Modus operandi yang dilakukan pelaku menawarkan sejumlah unit kendaraan bermotor baru dengan harga miring dengan pembayaran tunai. Misal ada mobil yang harganya Rp 150 juta, dijual pelaku dengan harga Rp 125 juta untuk menarik pembeli.

Kedoknya akhirnya terbongkar, karena mobil yang dibeli para korban tunai ternyata dikreditkan Mutik melalui leasing. Bahkan beberapa korban  setelah beberapa bulan ditagih sama leasing kredit, padahal korban membayar cash (tunai).

Total 17 kendaraan bermotor jenis mobil dan sepeda motor disita polisi sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, Mutik dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun penjara. Kepada petugas, Mutik mengaku tidak bekerja sendiri. Polisi menyebut masih memburu nama lain yang disebut Mutik sebagai bos.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia