alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Nasi Goreng Ampok Tiwul Khas Wonosalam; Menu Andalan, Sehari 50 Porsi

21 Juli 2020, 09: 43: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Menu nasgor ini menjadi menu favorit di salah satu warung nasi di Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam.

Menu nasgor ini menjadi menu favorit di salah satu warung nasi di Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Menu nasi goreng Wonosalam ini lain dari yang lain. Bahannya ampok (nasi jagung) dan tiwul (singkong) yang digoreng dengan bumbu khusus. Nasgor tiwul kini menjadi menu andalan.

JOMBANG – Meski sekarang bukan musim durian, tak ada salahnya berkunjung ke Wonosalam. Di kecamatan paling ujung selatan ini punya banyak kuliner yang bisa dijadikan alternatif. Salah satunya nasgor ampok tiwul dengan cita rasa khas dan agak pedas.

Menu nasgor ini menjadi menu favorit di salah satu warung nasi di Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. Makanan favorit warga pegunungan seperti nasi ampok berbahan dasar jagung dan nasi tiwul berbahan singkong yang harus dikeringkan selama kurang lebih 5 hari ini cukup diminati pelancong yang berkunjung ke Wonosalam. 

Bahan bumbu-bumbu dan rempah yang digunakan untuk menggoreng ini juga masih segar, karena langsung dibeli dari petani Wonosalam. “Menu khas nasi goreng tiwul jagung ini dijual sejak dua tahun lalu. Kalau bumbunya tetap sama seperti nasi goreng umum, seperti bawang, bawang merah,” ungkap Sulami, pemilik warung.

Hanya bedanya, nasgor ampok tiwul yang dibuatnya ditambah dengan bahan rempah lain. Seperti perasan jeruk nipis dan cabai yang kemudian di oseng-oseng (tumis) sampai berbau harum. Setelah bumbu matang, baru dicampur bersamaan nasi jagung dan tiwul. “Setelah matang, ditambah pete dan irisan ikan klotok,” bebernya.

Menurut Sulami, setiap pelanggan yang datang selalu disuguhi bahan baku yang fresh. Bahkan penyajian atau memasaknya juga saat itu juga di hadapan pemesan. Sehingga banyak pelanggan yang senang. “Karena langsung digorengkan, jadi pembeli itu suka,” katanya bangga.

Nasgor yang dibuat istri Samiaji ini dijual dengan harga Rp 15 ribu per porsi. Selain nasgor ampok tiwul, para pelancong sudah bisa menikmati sensasi tambahan ikan klotok pedas, pete atau telor dadar, plus krupuk khas Wonosalam. Tak ketinggalan es teh sebagai pelengkap.

“Kalau segi harga murah meriah Rp 10 ribu untuk satu porsi. Tapi kalau ditambah ikan, telor atau pete, ayam juga naik sedikit, terkadang pembeli juga pesan semuanya nasi putih dicampur jagung dan tiwul digoreng jadikan satu,” imbuh ibu 47 tahun ini.

Sulami mengaku pelanggannya tidak hanya dari Jombang, tapi ada yang datang dari Surabaya, Mojokerto, Malang dan Kediri. “Ramainya Sabtu Minggu. Setiap hari, kita bisa menghabiskan 10 kilogram tiwul dan 7 kilogram jagung. Sehari bisa 50 porsi dan terkadang antre,” terang dia.

Salah seorang konsumen nasgor ampok tiwul, Taufik Hidayat mengaku penasaran dengan menu andalan khas Wonosalam ini sehingga dia baru mencoba. “Yang saya pesan nasgor ampok tiwul dan ini baru pertama kali. Dengan diberi tambahan ikan klotok pedas, sekali nyoba pasti suka,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia