alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Terjatuh dari Jembatan Kedungcinet, Goweser Asal Candimulyo Meninggal

20 Juli 2020, 11: 12: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan wisata Kedungcinet, Pojok Klitih, Plandaan.

Kondisi jembatan wisata Kedungcinet, Pojok Klitih, Plandaan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Nasib nahas dialami Sugeng Widianto, 60, warga perumahan Candi indah, Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang. Pegiat sepeda ini terjatuh dari ketinggian kurang lebih 10 meter saat melintasi jembatan kayu wisata Kedungcinet Desa Klitih, Kecamatan Plandaan Minggu (19/7) pagi. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kecelakaan terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban bersama puluhan temannya gowes dari Desa Candimulyo menuju Kedungcinet. Diduga korban kurang bisa mengendalikan laju sepedanya. Sehingga terpeleset dan terjatuh ke dasar kedung.

”Informasi yang kami terima, saat akan melintas jembatan korban mengaku kakinya sakit. Akhirnya sepedanya dituntun saat lewat jembatan,” ujar Kades Klitih, Siti Roaini kemarin.

Ia menambahkan, rombongan gowes semula berjalan dari arah selatan. ”Akses ke Kedungcinet memang lewat jembatan kayu itu,” tambahnya.

Kapolsek Plandaan AKP Akwan mengatakan, korban masih hidup setelah terjatuh dari jembatan. ”Masih sempat berenang menepi,” ujar dia. Karena tak kuat berjalan, korban ditolong rekannya bersama warga setempat.

Curamnya kedung membuat warga harus menggunakan tandu. Korban dievakuasi menggunakan pikap menuju titik parkirnya ambulans. ”Selanjutnya dibawa ke RSUD Ploso,” tambahnya.

Dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhir. ”Mungkin karena kelelahan atau kurang hati-hati saat menjaga keseimbangan,” jelas dia.

Dari olah TKP, kondisi jembatan kayu wisata Kedungcinet kurang layak dilewati. Selain kayunya lapuk, samping kanan kiri jembatan tidak ada sayap untuk melindungi pengguna jalan. ”Jembatan itu sudah tidak layak. Memang bisa dilewati, namun kurang layak,” pungkas dia.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia