alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Bedah Buku Kwat Prayitno; Semangat Belajar dan Berlatih (7)

19 Juli 2020, 18: 18: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

KOLEGA: Mantan Ketua KONI, HM Arifin, menunjukkan buku  Kwat Prayitno; Guruku, Ayahku, Kakakku, di rumahnya, (7/7).

KOLEGA: Mantan Ketua KONI, HM Arifin, menunjukkan buku Kwat Prayitno; Guruku, Ayahku, Kakakku, di rumahnya, (7/7). (ROJIFUL MAMDUH//JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

“Saya bangga dengan Kwat yang bisa menerbitkan buku. Apalagi ini buku keempatnya. Kwat memang konsisten, tertib dan tidak mudah goyah.”

JOMBANG - Itulah komentar tentang Kwat Prayitno yang disampaikan HM Arifin, kolega Kwat di Komite Organisasi Nasional Indonesia (KONI) Jombang. Arifin menjadi ketua harian KONI sejak 1990. Kepala Dispora 2002-2006 ini lalu menjadi ketua KONI 2008-2016. Sementara Kwat, sebagaimana ditulis di halaman 44, masuk kepengurusan KONI sejak 1997. Kemudian 2012-2016, Kwat menjabat ketua harian KONI.

Saat SD, Kwat sempat dilarang ayahnya latihan karate karena khawatir sekolahnya akan terganggu. Ia pun bertekad membuktikan, sekolahnya tidak terganggu. Bahkan akan semakin baik pasca ikut karate. Tamat Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP yang kini SMAN 2) 1977, Kwat melanjutkan D3 jurusan bank dan manajemen di STIE Surabaya. Saat itu, melanjutkan ke perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah. Untuk mewujudkannya, ia membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun ini diwujudkan untuk memenuhi keinginan ayahnya agar menjadi orang berpendidikan.

Setelah itu, Kwat mengambil S1 di STIE Satya Widya Surabaya, tamat 1988. Saat kuliah, Kwat aktif di BPM, sekarang BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Lalu 1997-2002, bersama Affandi (Bupati Jombang periode 1997-2002), Hadi Purnama, mantan Sekda Munif Kusnan dan mantan Sekretaris DPRD Yusuf Wibisono, Kwat melanjutkan pendidikan S2. Kuliah Sabtu-Minggu di jurusan Administrasi Negara Universitas Brawijaya Malang. Masih rindu dengan sekolah, Kwat melanjutkan pendidikannya di Kampus Universitas PGRI

Kediri 2010. Dia mengambil  akta IV. Kemudian menjadi dosen di STKIP Jombang hingga sekarang. Mengampu mata kuliah karate dan kewirausahaan.

Sebagaimana ditulis di halaman 101, pria kelahiran 28 Agustus 1980 ini juga pandai menulis. Kwat sudah menulis tiga buah buku karate. Karate Kata Volume 1, 2, dan 3. Volume 1 merupakan karya Kwat Prayitno dengan Guruh Rachmadi, wasit karate nasional asal Jombang. Buku ini terbit 2005. Persiapan penyusunannya membutuhkan waktu setahun.

Kwat menulis buku Karate Kata dengan harapan dapat menambah iteratur karate di Indonesia. Juga sebagai panduan dasar bagi karateka pemula untuk mempelajari teknik karate Kata. Juga sebagai acuan materi bagi para pengajar, untuk memenuhi standar kurikulum siswa SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan masyarakat umum. Volume 2 terbit 2007 dan disusul volume 3 2010. Penulisan volume 2 dan 3 dibantu Aditya Harja, Adhe Rengga dan Edy Danu.

Kemampuan Kwat menulis ditunjang minat bacanya yang tinggi. Setiap pagi sebelum ke toko, Kwat selalu menyempatkan untuk membaca koran. Ia juga memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi buku yang lengkap baik tentang olahraga, ekonomi, maupun sosial budaya.

“Setiap saya ke kampus, Kwat selalu memberi PR untuk meminjam buku di perpustakaan. Lalu difotocopy bila buku sudah tidak diterbitkan. Dan membelinya jika buku itu masih beredar di pasaran. Sampai-sampai semua buku perpustakaan sudah pernah dipinjam semua,” ujar Aditya Harja Nenggar.  Bagi Kwat, buku adalah sumber ilmu. Memiliki koleksi buku yang lengkap dan beragam adalah kebanggaan tersendiri baginya.

Di karate, Kwat juga terus semangat belajar. Sehingga saat ini menjadi pemegang sabuk hitam Dan VII, tertinggi di Jatim. Ini karena dia selalu lulus setiap ujian kenaikan tingkat. Kuncinya, selalu melakukan persiapan matang dan terus berlatih. Sebagaimana tertulis di halaman 185, sampai sekarang pun setiap pagi Kwat masih rutin latihan karate. Pukul 05.30-06.15 di Dojo Mahameru miliknya. Dia memperoleh sabuk putih 1969, kuning 1970, hijau 1972, biru 1975, cokelat 1977, hitam Dan I 1982, hitam Dan II 1989, hitam Dan III 1991, hitam Dan IV 1993, hitam Dan V 1998, hitam Dan VI 1999 dan sabuk hitam Dan VII 2014. (bersambung)

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia