alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Update Covid-19 Jombang; Delapan Positif, Tujuh Sembuh, Satu Meninggal

16 Juli 2020, 17: 47: 41 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG - Pertumbuhan kasus positif di Jombang belum berhenti. Rabu kemarin (15/7), jumlah pasien terkonfirmasi secara kumulatif 386 orang, atau delapan kasus lebih banyak dari hari sebelumnya. Meski begitu, tujuh pasien dinyatakan sembuh totdal dan satu meninggal dunia.

“Jadi ada penambahan sebanyak delapan orang positif, untuk pasien yang sembuh tujuh orang dan pasien yang meninggal dunia satu orang,” terang Budi Winarno, Humas Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang.

Untuk delapan tambahan kasus positif itu Budi menyebut berasal dari lima kecamatan berbeda. Yakni Kecamatan Jombang, Peterongan, Diwek, Bandarkedungmulyo dan Kecamatan Megaluh. “Paling banyak dari Kecamatan Jombang sebanyak tiga orang, untuk empat kecamatan lain masing-masing satu,” lanjutnya.

Sementara untuk pasien sembuh, berasal dari enam kecamatan berbeda. Yakni Kecamatan Sumobito, Peterongan, Jogoroto, Kesamben, Ngoro dan Megaluh. “Rinciannya dua orang dari Sumobito, sementara lima kecamatan yang lain masing-masing satu orang,” imbuh Budi.

Sementara untuk pasien meninggal dunia disebutnya dari Kecamatan Diwek. Hanya saja, ia tak menjelaskan secara detail dari desa mana pasien yang meninggal tersebut. “Yang jelas dari Kecamatan Diwek, saya tidak mendapat data rinci,” lontarnya.

Dengan demikian, secara riil pasien positif yang tercatat di Jombang dan masih dalam perawatan kini berjumlah 248, dengan 112 orang dinyatakan sembuh, dan 28 orang meninggal dunia. “Dari yang dirawat itu 87 karantina mandiri dan 161 orang dirawat di rumah sakit dan rumah isolasi,” pungkas Budi.

Bupati Ajak Masyarakat Tak Kucilkan Pasien Covid-19

BUPATI Jombang Mundjidah Wahab mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan pasien Covid-19. Ia meminta masyarakat secara gotong royong untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jombang.

“Bila ada warga yang terkonfirmasi positif, jangan dikucilkan, justru harus ditolong dengan memotivasi dan semangat, agar warga yang terpapar virus tidak putus asa. Jika sudah dinyatakan sembuh bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ucapnya kemarin.

Dalam kegiatan peresmian kampung tangguh di beberapa tempat, ia selalu mengingatkan, jika Covid-19 bukanlah aib. Sehingga tidak perlu dikucilkan. Sebaliknya, tetap menjaga keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat dengan memperkuat gotong royong.

“Saya mengimbau masyarakat agar menghilangkan stigma negatif terhadap keluarga pasien,” tegasnya. Ketakutan yang berlebihan menurutnya juga tidak baik. Apalagi ada yang menolak rapid test karena takut jika nanti hasilnya reaktif harus menjalani isolasi. “Karena takut dikucilkan tetangga, ini tidak boleh terjadi,” tegas bupati lagi.

Ia lantas memberikan pemahaman tentang rapid test kepada masyarakat, hasil reaktif belum tentu positif Covid-19. Namun harus ditindaklanjuti  dengan pemeriksaan uji swab untuk mengetahui positif atau negatif. “Kalau diketahui reaktif, maka pemerintah mengambil langkah selanjutnya untuk memutus mata rantai penyebaran. Jadi tidak perlu takut,” pesan Mundjidah.

(jo/riz/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia