alexametrics
Senin, 03 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Camat Jombang: Eks Lurah Kepanjen Tak Setorkan Hasil Sewa Aset ke Kas

16 Juli 2020, 17: 46: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kecamatan Jombang merespons penetapan tersangka yang dilakukan Polres Jombang terhadap eks Lurah Kepanjen Maret Yudianto.

Camat Jombang Muhdlor mengakui adanya penyelidikan hasil sewa menyewa tanah aset milik Kelurahan Kepanjen. “Saya sendiri sempat terlibat dalam pemeriksaan. Sempat diperiksa BPK dan Inspektorat juga,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Kendati mengaku tak tahu pasti detail persoalan yang terjadi, namun Muhdlor membenarkan penyelidikan bermula dari temuan 2019 lalu.

“Padahal secara aturan, uang sewa tanah harusnya diserahkan ke BPKAD. Karena sudah jadi aset pemkab,” tambahnya. Kepanjen sebelumnya memang berbentuk desa. Namun kemudian diubah menjadi kelurahan.

Selain masalah pengemplangan setoran hasil sewa, saat itu yang membelit Maret juga masalah nilai harga sewa yang berlebihan.

Muhdlor menyebut, tanah yang disewakan tak sesuai harga yang ditetapkan. “Terlebih saat itu belum ada tim appraisal. Jadi harganya juga tidak sesuai, terlalu tinggi,” imbuh dia.

Kejadian serupa disebut Muhdlor juga sempat terjadi pada tiga kelurahan lain yaitu Jelakombo, Jombatan, dan Kaliwungu. Namun masalah berakhir setelah masing-masing lurah mengembalikan uang ke Pemkab Jombang.

“Sempat seluruhnya bermasalah, rata-rata nilai uang sewa. Tapi tiga kelurahan sudah mengembalikan. Satu masih membandel sehingga berlanjut,” bebernya.

Muhdlor menyatakan Maret sudah tak berdinas di Kelurahan Kepanjen maupun di wilayah Kecamatan Jombang. “Yang saya tahu, yang bersangkutan sekarang di Kecamatan Mojoagung,” pungkas Muhdlor.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia