alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

87 Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Jombang Isolasi di Rumah

16 Juli 2020, 09: 00: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Meski sudah disiapkan gedung karantina terpusat, namun jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani karantina di rumah cukup banyak. Hingga kemarin (15/7) tercatat ada 87 orang dari total 246 pasien terkonfirmasi yang dirawat.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang meminta mereka mematauhi protokol isolasi mandiri salah satunya tidak kluyuran.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas dr Pudji Umbaran menjelaskan, pasien yang menjalani isolasi di rumah adalah yang kondisinya baik dan stabil. ”Jadi mereka yang tanpa gejala menunggu hasil uji swab keluar,” ujarnya kemarin (15/7).

Diperbolehkannya menjalani isolasi mandiri di rumah itu mengacu pada keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang memang diperbolehkan.

Hanya saja, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan serius oleh semua pihak. Diantaranya, pihak keluarga dinyatakan mampu melaksanakan ketentuan pelaksanaan karantina/isolasi mandiri di rumah, dan masyarakat mau menerima dan menyetujui pelaksanaan karantina mandiri. Isolasi mandiri di rumah ini juga harus memenuhi syarat secara medis.

”Isolasi mandiri ini pilihan dan sepanjang yang bersangkutan bisa menyediakan tempat untuk isolasi mandiri, tidak campur dengan keluarga atau minimal punya kamar terpisah. Termasuk yang paling penting kesediaan desa menerima pasien yang isolasi mandiri. Sehingga kami perbolehkan,” papar dia.

Karena belum dinyatakan bebas dari Covid-19, pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak boleh keluyuran sebelum hasil uji swab PCR dinyatakan negatif. Untuk pengawasannya, tim Gugas PP Covid-19 Jombang  menyerahkan ke perangkat desa. ”Kalau untuk urusan kesehatan kita serahkan ke puskesmas,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan, pengambilan sampel uji swab sepenuhnya diserahkan ke Dinkes Jombang. ”Para petugas di Puskesmas sudah kita latih sehingga mereka mampu melaksanakan uji swab, kemudian hasilnya dikirim ke Surabaya,” papar Pudji.

Hal ini berbeda dengan langkah awal yang dilakukan sebelumnya, harus menjalani karantina tersentral di gedung Stikes Pemkab Jombang dan gedung tenis indoor. Saat ini, sebagian besar masyarakat mulai menyadari untuk menerima pasien di daerah masing-masing.

”Bahkan nanti arahnya semua pasien reaktif rapid test, hingga yang positif OTG dikarantina di desa,” pungkas direktur RSUD Jombang ini.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia