alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Eks Lurah Kepanjen Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Hasil Sewa Aset

15 Juli 2020, 19: 41: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen

ILUSTRASI: Balai Kelurahan Kepanjen (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Diam-diam Satreskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan dugaan pengemplangan uang sewa aset tanah milik Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang. Hasilnya, eks Lurah Kepanjen Maret Yudianto ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah masuk penyidikan, Maret Yudianto juga sudah ditetapkan tersangka sejak Juni 2020,” terang AKP Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan, penyelidikan kasus ini bermula dari temuan polisi yang mencurigai adanya transaksi keuangan di Kelurahan Kepanjen 2019 lalu. Saat itu, Maret yang menjabat sebagai Lurah Kepanjen, diduga menggelapkan uang sewa tanah aset kelurahan.

“Dugaan awalnya lurah menyewakan tanah berupa sawah ke orang lain. Namun uangnya tidak diserahkan ke kas daerah, justru dipakai sendiri,” lanjutnya. Tak tanggung-tanggung, ada 21 bidang aset tanah milik Kelurahan Kepanjen dengan luas total 72 ribu meter persegi.

Tanah seluas itu disewakan kepada pihak lain. Lokasi tanah yang disewakan menyebar di sejumlah tempat. Sebagian di Kecamatan Diwek, dan sebagian tanah di Kecamatan/Kabupaten Jombang.

“Untuk lokasi tanahnya, berada di Desa Balongbesuk dan Pandanwangi, Kecamatan Diwek. Juga di Desa Denanyar dan Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang,” lanjutnya.

Polisi yang bekerjasama dengan Inspektorat Jombang, sudah melakukan audit keuangan untuk dugaan pengemplangan uang sewa tanah itu. Hasilnya, diperoleh nilai kerugian hingga Rp 281 juta. “Karena panjang masa sewa sawah itu selama lima tahun, dari 2014-2019,” imbuh dia.

Eks lurah ini dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Kendati sudah menjadi tersangka, polisi menyebut belum melakukan penahanan.

Pihaknya berdalih, sikap pelaku selama menjalani pemeriksaan dinilai kooperatif. “Prosesnya sekarang sudah tahap satu. Artinya berkas sudah kami kirim ke Kejaksaan Negeri Jombang,” pungkas Cristian.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia