alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak Digelar Besok

15 Juli 2020, 17: 45: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Puji Winarno, 30, dan SW, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak menjalani sidang secara virtual.

Puji Winarno, 30, dan SW, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak menjalani sidang secara virtual. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Puji Winarno, 30, dan SW, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak harus bersiap menghadapi meja sidang. Kamis (16/7) keduanya dijadwalkan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

”Sesuai jadwal, agenda sidang ke depan pembacaan putusan,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Tedy Widodo, kemarin.

Dia menambahkan, sidang putusan akan digelar di ruang Harifin A. Tumpa secara daring. ”Situasinya masih darurat Covid-19, sehingga sidang tetap dengan sistem daring,” bebernya.

Disinggung tanggapan jaksa penuntut terkait penyampaian pleidoi (pembelaan) pihak terdakwa, Tedy menghormati upaya terdakwa. Namun demikian, sikapnya tetap pada materi tuntutan. ”Kita tetap pada tuntutan kita,” singkat Tedy.

Sebelumnya, Puji Winarno, 30, dan SW, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan terhadap Elly Marida, guru SMPN 1 Perak menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jombang (2/7).

Jaksa penuntut kejaksaan negeri (kejari) Jombang memberikan tuntutan berbeda terhadap pasangan suami istri ini. Wahyu Puji Winarno, 30, di tuntut pidana 20 tahun penjara. Sementara SW, 21, dituntut lebih ringan dengan pidana penjara 12 tahun.

Terdakwa Minta Keringanan Hukuman

SEMENTARA itu, sebelumnya kuasa hukum dua terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak Wahyu Puji Winarno, 30, dan SW, 21, mengajukan pleidoi (pembelaan) atas tuntutan jaksa. Terdakwa berharap majelis hakim memberikan keringanan hukuman.

”Kamis (2/7) kemarin sudah kami sampaikan pembelaan dari terdakwa di persidangan. Harapannya bisa menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan,” terang Mohammad Saifuddin, kemarin.

Sedikitnya ada empat poin dalam materi pembelaannya. Di antaranya, kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri memiliki anak umur tiga tahun. Yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. ”Ditambah lagi posisi istri (SW, Red) tengah hamil, dari penyampaiannya sudah sekitar 7 bulan,” imbuhnya.

Kedua, perbuatan yang dilakukan kedua awalnya tidak ada niat menghabisi nyawa korban. Keduanya hanya ingin menguasai harta benda korban. ”Tapi karena waktu itu korban berteriak, sehingga pelaku akhirnya melakukan tindakan penganiayaan,” bebernya.

Selain itu, dari pihak keluarga korban juga sudah memberikan maaf atas perbuatan kedua terdakwa. Kedua terdakwa lanjut Saifuddin juga sudah menyampaikan sangat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi. Termasuk sebelumnya kedua terdakwa belum pernah duhukum. ”Sudah kami sampaikan dalam persidangan. Harapannya itu menjadi pertimbangan majelis hakim untuk terdakwa diberi keringanan,” singkatnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia