alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pasien Reaktif Covid-19 Bakal Isolasi di Desa, Swab di Puskesmas

15 Juli 2020, 14: 24: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Dalam waktu dekat, desa-desa di Jombang harus bersiap menyiapkan tempat khusus sekaligus mengawasi karantina pasien reaktif hasil rapid test. Rencana ini akan diimplementasikan setelah masa darurat Covid-19 diperpanjang.

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan. Saat rapat internal Gugas PP dan jajaran Forkopimda Senin siang (13/7), disepakati beberapa poin. Salah satunya menyebut, dalam masa perpanjangan darurat Covid-19, peran isolasi pasien rumah sakit mulai diserahkan ke desa dan masyarakat dengan ketentuan, dengan alokasi anggaran yang diupayakan.

”Untuk orang tanpa gejala (OTG) yang reaktif hasil tracing kita sarankan isolasi di desa,” ujarnya kemarin (14/7). Ini berbeda dengan langkah sebelumnya, untuk pasien reaktif menjalani karantina di gedung tenis indoor. Sedangkan pasien terkonfirmasi Covid-19 kategori OTG dikarantina di rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang. ”Namun dalam waktu dekat, pasien reaktif tidak harus di gedung tenis indoor, mereka bisa di desa,” tambahnya.

Mengenai gedung atau rumah isolasi yang dijadikan tempat karantina, diserahkan masing-masing desa. Mereka bisa menggunakan gedung yang ada di balai desa atau gedung lain yang dianggap cukup representatif sebagai rumah isolasi. ”Pengawasannya nanti ikut desa, sedangkan jadwal uji swab dilakukan Dinkes melalui puskesmas setempat,” papar dia.

Meski begitu, bila ada pasien yang tiba-tiba mengalami sakit atau kondisi kesehatan menurun, maka dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan. Rencanan tersebut sudah disampaikan ke bupati dan Forkopimda. ”Supaya ada kemandirian masyarakat, jika hal seperti ini harus menjadi tanggungjawab bersama,” terang Direktur RSUD Jombang ini.

Menurut Pudji, pendirian kampung tangguh yang sudah berjalan di sejumlah desa merupakan langkah awal untuk menerapkan rencana ini. Sebab, kampung tangguh di dalamnya juga ada nilai gotong royong antar warga dan semangat untuk peduli sesama di masa pandemi. ”Kita  arahnya ke sana, kalau kemarin kita fokus penanganan Covid-19 yang tersentral, kini lebih pada penguatan kebersamaan,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia