alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Jawahirul Fuad Semangat Wujudkan Desa Tambar Mandiri

14 Juli 2020, 08: 51: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jawahirul Fuad (tengah), Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto bersama jajaran perangkat desa.

Jawahirul Fuad (tengah), Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto bersama jajaran perangkat desa. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Tugas menjadi kepala desa merupakan tanggung jawab besar. Selain kerja keras dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampun manajerial yang kuat sehingga bisa menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di desa untuk mendukung proses pembangunan.

Jawahirul Fuad, Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto memiliki harapan besar bisa mewujudkan pembangunan desanya kearah desa mandiri. “Untuk mewujudkan Desa Tambar mandiri tentu butuh proses. Tapi dengan kerja keras, cerdas dan semangat gotong royong tujuan itu akan bisa kita capai,” tegas Jawahirul  Fuad, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Suami Ema Yuliana, SH ini menyebut, salah satu kunci keberhasilan pembangunan, adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam kerja-kerja membangun desa. “Dalam mengambil setiap kebijakan, selalu semua kita libatkan, khususnya BPD (Badan Permusyawaratan Desa), selama ini perannya sangat aktif,” tegasnya.

Selain itu, bapak tiga anak ini sangat menekankan pentingnya membangun internal pemerintah desa yang solid. Sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif. “Bagaimana caranya, salah satunya kita budayakan gotong royong, saling membantu antara yang satu dengan yang lain. Sebab, tujuan kita sama, ingin membangun desa lebih maju,” tegasnya.

Selain itu, harus dibarengi juga sistem pengelolaan keuangan desa yang sehat. “Kita selalu menekankan transparansi. Semua program kita publikasikan, berapa penerimaan uang ke kas desa, pengeluaran untuk program apa saja, semua kita buka ke warga. Dengan begitu warga juga bisa ikut mengawasi,” bebernya.

Di masa kepemimpinan Jawahirul Fuad yang kedua ini, alumnus Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang berkomitmen mewujudkan pembangunan di desanya menuju desa mandiri.

Sejumlah program yang menjadi fokusnya, di antaranya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan, peningkatan infrastruktur, dan menekan angka pengangguran melalui penyediaan lapangan kerja. “Alhamdulillah, angka pengangguran di Desa Tambar rendah, sebab kita banyak fasilitasi dengan membuka lapangan pekerjaan. UMKM binaan desa sangat membantu,” bebernya.

Selain kegiatan lain, seperti Bumdes (badan usaha milik desa) posyandu anak dan lansia, PKK serta karang taruna semua hidup.

Pandemi Covid-19 memang berdampak pada proses pembangunan di desa, sebab sebagian anggaran pembangunan di desa harus dialihkan guna penanganan Covid-19. Meski begitu dia tetap optimistis bisa menggerakkan pembangunan di desa lebih baik.

Siap Adaptasi Kebiasaan Baru

DI TENGAH pandemi Covid-19, menjadi tantangan bagi kepala desa, tak terkecuali Jawahirul Fuad Kepala Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto. Sejak awal pandemi, dia mengaku banyak menaruh perhatian ancaman wabah korona.

Sejumlah program pun dilakukan guna melindungi warganya dari bahaya penularan virus membahayakan ini. Salah satunya menggencarkan sosialisasi ke warga tentang bahaya penularan virus dan kiat-kiat pencegahannya.

“Yang pertama tentu kita berikan pendidikan kepada warga tentang bahaya wabah korona serta bagaimana menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penularan virus,” beber Jawahirul Fuad.

Menurutnya, sebelum ditemukannya vaksin virus korona, salah satu obat penangkal  yang paling efektif adalah disiplin menerapkan protokol pencegan Covid-19. “Kepada masyarakat kita aktif melakukan sosialisasi tentang protokol pencegahan. Dengan begitu, harapannya menumbuhkan kesadaran warga, sehingga masing-masing bisa menerapkan waspada,” bebernya.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga membuat program-program pencegahan lainnya. Misal penyemprotan disinfektan, membuat posko siaga desa dan penjagaan lingkungan dengan menerapkan rekayasa jalur masuk ke desa.

Selain itu, dia pun aktif mengajak warga menyediakan tempat cuci tangan di rumah-rumah, termasuk fasilitas umum. Selain itu, program-program ketahanan ekonomi, misal pembagian bansos,

Penggalangan sumbangan untuk warga terdampak juga dilakukan. “Semua kembali kepada niat awal kita, mengabdi kepada masyarakat. Semoga pandemi ini bisa segera berlalu,” tegas Jawahirul Fuad.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia