alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Kreativitas Mohammad Idris Hanafi Mengolah Bambu Jadi Miniatur Unik

13 Juli 2020, 17: 19: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Mohammad Idris Hanafi. Pemuda asal Dusun Murong Timur, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto mampu menciptakan kerajinan unik dari bahan bambu.

Mohammad Idris Hanafi. Pemuda asal Dusun Murong Timur, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto mampu menciptakan kerajinan unik dari bahan bambu. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Jombang seolah tak pernah kehabisan orang kreatif. Seperti yang dilakukan Mohammad Idris Hanafi. Pemuda asal Dusun Murong Timur, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto mampu menciptakan kerajinan unik dari bahan bambu.

JOMBANG - Pagi itu, Idris terlihat sibuk di depan rumah. Tangannya berpindah dari satu bambu ke bambu yang lain. Sesekali dia memegang pisau untuk meraut potongan bambu.

Di sekelilingnya, banyak karya karya miniatur unik yang semuanya dia buat dari bahan bambu. Di antaranya miniatur kapal, truk, wadah lampu, gerobak, kincir air hingga berbagai kerajinan lainnya. ”Ya ini semua bikinan saya. Seluruhnya dari bahan bambu,” terang Idris, saat dikunjungi Jawa Pos Radar Jombang.

Idris, sapaan akrabnya mulai menggeluti kerajinan miniatur dari bambu sekitar dua bulan lalu. Pasalnya, pekerjaannya sebagai driver ojol terhenti menyusul kebijakan PSBB(pembatasan sosial berskala besar). ”Akhirnya saya pulang ke Jombang menekuni ini,” bebernya.

Dia sengaja melirik bahan bambu untuk membuat kerajinan, salah satunya dari harga terjangkau dan stoknya mudah dicari.

Proses pembuatan kerajinan ini, dimulai dari memotong bambu yang telah diambil dari kebun. Bambu ini dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Bergantung pada miniatur atau kerajinan apa yang akan dibuat. ”Kalau sudah dipotong kemudian diraut tipis-tipis sampai berbentuk lembaran, supaya nanti mudah dibentuk. Kalau sudah baru dijemur sampai kering,” lanjutnya.

Bahan siap, proses pembuatan kerajinan dimulai. Idris, mengaku tak memakai ukuran ataupun mal untuk setiap pembuatan kerajinan ini. Ia menyesuaikan dengan apa yang sedang ia pikirkan. ”Karena itu juga bentuknya tidak akan pernah sama-sama yang sudah dibuat sebelumnya, ini uniknya nanti,” lanjutnya.

Ia pun tak menggunakan cat sama sekali untuk kerajinan buatannya ini. ”Cukup pakai vernis, kan warna bambu sendiri memang sudah bagus.

Lembaran-lembaran bambu tipis ini, akan dibentuknya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Di antaranya miniatur kapal, truk, wadah lampu, gerobak, kincir air hingga berbagai kerajinan lainnya.

Bahkan, ia menyebut nyaris tak ada bagian yang akan terbuang dari bambu yang sudah dipotong itu. Seluruh bagian bambu bisa dijadikan bagian dari kerajinan. ”Dari mulai lidi, bisa, bahkan bekas rautannya pun masih bisa dianyam menjadi bentuk orang ataupun hewan sebagai asesoris,” tambah Idris.

Proses pembuatan kerajinan ini juga tak membutuhkan waktu lama. Rata-rata ia mampu menyelesaikan produk kerajinannya hanya dalam hitungan hari kerja. ”Paling lama itu tiga hari, itu juga untuk miniatur yang besar dan detail, seperti miniatur Masjidil Haram itu, kalau lainnya sehari sampai dua hari saja,” imbuh pemuda 26 tahun ini.

Ia, biasa menjual seluruh produk buatannya ini secara online. Ia pun tak mematok harga mahal, setiap produk buatannya dihargai mulai Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupaih. ”Harga itu tergantung kesulitan pembuatan sama besar ukurannya saja,” pungkasnya.

Belajar Otodidak

USAHA kerajinan bambu milik Idris, diakuinya memang baru berjalan beberapa bulan terakhir. Tepatnya mata pencahariannya menjadi sopir ojol di Surabaya terhenti menyusul kebijakan PSBB akibat pandemi Covid-19.

Setelah memutuskan pulang kampung, dia pun berusaha keras memutar otak untuk bisa produktif. Dia pun tertantang membuat produk kerajinan dari bambu. ”Bahannya murah, bahkan ini saya ambil di belakang rumah. Selain itu kerajinan bambu seperti ini masih jarang. Kalau kayu kan sudah ada di mana-mana,” bebernya.

Kerajinan, juga disebutnya bukan hal baru. Idris mengaku sudah sejak lama rutin membuat berbagai macam kerajinan dan karya lukis. ”Tapi sebelumnya cuma dipakai sendiri, tidak untuk dijual. Nah sekarang, karena sudah tidak ada pekerjaan, ya ini otomatis buat penggantinya,” lanjutnya.

Setelah satu dua produknya jadi, dia pun mulai memasarkan. ”Alhamdulillah pasarnya bagus, banyak yang minat beli,” bebernya.

Dia pun semakin tertantang mengembangkan berbagai macam produk. ”Untuk harga,  tergantung ukuran dan tingkat kesulitan,” bebernya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia