alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun Ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (47); Imam Efendi

Generasi Kedua Berlangganan Jawa Pos

13 Juli 2020, 16: 52: 18 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Imam Efendi, pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos.

Imam Efendi, pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bagi Imam Efendi, pelanggan sekaligus pembaca setia Jawa Pos sudah lama lekat dengan koran ini. Pasalnya, dia merupakan generasi kedua yang kini masih tetap setia berlangganan Jawa Pos.

JOMBANG - Kesibukan Imam Efendi tak kemudian membuat dia menjadi pembaca setia Jawa Pos surut. Ya, lelaki pemilik salah satu warung makan di Jalan Raya Mojoagung nomor 85 Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung ini juga punya kesibukan lain yakni bisnis properti.

Namun, di setiap paginya dia tetap mencari Jawa Pos. Patokannya, pukul 09.00 dia sudah membaca berita yang tayang. “Karena saya tidak hanya di sini (warung makan, Red) ada usaha properti, pagi harus sudah baca Jawa Pos,” kata Fendi Minggu (12/7) kemarin.

Di warung makannya dia biasanya membaca koran. Semakin terlihat, tumpukkan koran di salah satu meja makan. “Pasti yang saya cari dulu berita headline Jawa Pos. Apalagi tentang berita politik,” imbuh dia.

Maklum, lelaki berusia 40 tahun ini sempat terjun di dunia politik. “Makanya berita politik ini yang paling saya cari, baik nasional atau lokal,” sambung Fendi.

Karena sudah lama berlangganan koran, dia tak ingat betul mulai tahun berapa memburu setiap berita Jawa Pos. Yang dia ingat, sejak SMA ayahnya yakni Imam Suroso sudah berlangganan. “Pastinya saya kurang tahu, pokoknya waktu ayah saya buka warung makan ini langganan ada Jawa Pos,” terang Fendi.

Dia merupakan generasi kedua yang masih setia berlangganan koran. Menurutnya, banyak alasan sampai saat ini keluarganya tetap memilih Jawa Pos. “Yang pertama pasti karena beritanya. Kedua ini karena saya ingin ada yang bisa saya ambil bagaimana Jawa Pos ini sampai sekarang masih bertahan, padahal teman-temannya sudah ada yang gugur,” imbuh dia.

Menurut dia, karena Jawa Pos dinilai kreatif sehingga saat ini mampu bertahan. Karena harapan itu Fendi berfikiran bisa diterapkan dalam dunia usaha yang dibidangi. “Istilahnya jadi contoh atau semangat saya, wong Jawa Pos ini loh bisa. Sekarang apalagi ada berita online, ya mungkin karena kreatifnya ini yang bisa saya ambil contoh,” ungkap bapak satu anak ini.

Untuk itu masih menurut Fendi, selain bisa mendapat berita yang lengkap dan up to date, banyak pelajaran yang dia bisa ambil dari berlangganan Jawa Pos. “Yang jelas banyak yang bisa saya ambil contoh dan saya pelajari dari Jawa Pos. Tidak hanya berita, bagaimana kiat berkembang dan bertahan,” pungkas Fendi. (bersambung)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia