alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Belum Semua Pasar di Jombang Terkena Pembatasan Jam Operasi

12 Juli 2020, 15: 40: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: aktivitas pedagang Pasar Legi Jombang.

ILUSTRASI: aktivitas pedagang Pasar Legi Jombang. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pembatasan jam pelayanan di pasar daerah belum bisa diterapkan di semua tempat. Sebab, pembatasan jam tidak bisa tepat waktu karena berkaitan dengan transaksi jual beli dan pengiriman kebutuhan pokok.

“Yang jelas kita mulai dari pasar daerah dulu, mungkin sudah 70 persen yang melaksanakan pembatasan. Mereka setuju untuk menutup pasar paling lama pukul 09.00 setiap hari,” terang Bambang Nurwidjanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang kemarin.

Ia menyebut, sejak diberlakukan Rabu (8/7), kebijakan pembatasan jam pelayanan untuk sementara masih berlaku di sejumlah pasar daerah di wilayah pinggiran. “Misal pasar Bareng, Peterongan, Mojowarno, dan beberapa pasar yang relatif kecil lainnya,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan itu seluruh keputusan penerapan hingga pembatasan diserahkan sepenuhnya pihak pasar. “Jadi selama ini kebijakannya melihat situasi dan kondisi saja. misal ada yang seminggu, atau bisa lebih lama, kan nanti juga ada evaluasi terus,” lanjutnya.

Sementara untuk pasar di pusat kota seperti pasar Citra Niaga ataupun Pasar Pon, Bambang menyebut sulit dilakukan. Alasannya, karakteristik pedagang pasar dan waktu buka pasar yang menjadi penghambat. “Untuk pasar yang memang besar, biasanya ada beberapa shift pedagang. Misal ada yang jualannya pagi saja, ada yang sore saja, ada yang malam, ini yang tidak mungkin dilakukan pembatasan aktivitas,” tambah dia.

Untuk pasar dengan jenis ini solusi yang bisa ditawarkan hanyalah menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Selain penjual dan pembeli wajib mengenakan masker, semua harus menjaga jarak selama bertransaksi jual beli. Termasuk mencuci tangan dengan sabun saat keluar masuk pasar.

Seperti diberitakan sebelumnya, transaksi jual beli di pasar tradisional bakal dibatasi. Bila sebelumnya jam operasional bisa berlangsung hingga siang hari, maka akan ditutup pukul 09.00. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir persebaran Covid-19 di masyarakat.

“Karena pasar itu sangat membahayakan, mudah menyebar, jadi harus menjadi salah satu tempat yang kita perhatikan keamanannya,” ungkap Agus Purnomo, Koordinator Bidang Pencegahan Gugas PP Covid-19 Jombang.

Hanya saja, pembatasan transaksi jual beli ini juga masih dalam kajian. Sebab, ada pasar besar yang memberlakukan hingga tiga shift pedagang.  “Ini yang sulit, makanya kita kaji dulu, kalau sekiranya transaksi bisa dimaksimalkan sampai pukul 09.00, maka ditutup jam 09.00,” tambahnya.

Pembatasan transaksi itu hanya berlaku di pasar daerah. Sedangkan untuk pasar desa masih menunggu progres dari pasar daerah. Jika aturan yang diberlakukan ini cukup efektif, maka tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke pasar-pasar desa.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia