alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Masih Zona Merah Covid-19, MPLS SMA/SMK di Jombang Digelar Daring

10 Juli 2020, 13: 03: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: PPDB SMA/SMK

ILUSTRASI: PPDB SMA/SMK (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Konsep MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) jenjang SMA/SMK pada tahun ajaran 2020/2021 akhirnya menemui kejelasan. Kegiatan untuk peserta didik baru ini digelar secara full online. Petunjuk teknis MPLS dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengenai MPLS ini sudah diterima sekolah-sekolah di Jombang.

“Sesuai juknis yang kami terima, tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai 13 Juli,” kata Kepala SMA Negeri 3 Jombang Singgih Susanto, kemarin (9/7). Juknis itu tertuang dalam surat pengantar nomor 420/7065/101.2/2020 tertanggal 7 Juli 2020, yang diteken Kepala Disdik Jatim Wahid Wahyudi.

Keputusan menggelar MPLS secara daring kata Singgih untuk menindaklanjuti SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri dalam Negeri) terkait panduan pembelajaran pada masa Pandemi Covid-19.

“Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring bagi daerah yang belum zona hijau, Jombang termasuk salah satunya. Karena yang zona hijau di Jawa Timur hanya Madiun saja,” lanjut Singgih. Pihaknya menjelaskan MPLS tetap pada konsep utama, yaitu untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Namun karena digelar pada masa pandemi Covid-19, MPLS kata Singgih juga berisi konsep pemahaman protokol kesehatan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Di dalam MPLS ini peserta didik akan dikenalkan perbedaan model pembelajaran daring, luring, dan tatap muka,” tambah Singgih.

MPLS bagi peserta didik baru ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu tiga hari. “MPLS dilaksanakan secara daring, dengan materi dan narasumber dari sekolah dan pihak lain yang relevan,” ujarnya. Meskipun digelar daring, dalam juknis bentuk kegiatan MPLS diatur tetap seperti pada umumnya.

Misalnya, setiap hari MPLS diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diakhir kegiatan ditutup dengan menyanyikan salah satu lagu wajib nasional. Peserta didik harus memakai seragam sekolah atau menggunakan seragam SMP/MTs dengan atribut lengkap. Peserta didik baru juga wajib mengikuti seluruh kegiatan MPLS yang telah dijadwalkan.

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP