alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Alokasi Rp 140 Miliar, Dana Covid-19 di Jombang Terserap Rp 46 Miliar

10 Juli 2020, 07: 30: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (freepik.com)

Share this      

JOMBANG – Hingga awal Juli penggunaan anggaran penanggulangan Covid-19 di Jombang belum separo. Data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang menyebut, penyerapan anggaran sementara baru Rp 46 miliar dari alokasi keseluruhan Rp 140 miliar.

M Nasrulloh Kepala BPKAD Jombang menyebut, hingga 30 Juni, laporan yang dia terima penggunaan anggaran belum mencapai 50 persen. “Jadi sampai sekarang 33 persen atau yang terpakaiu Rp 46 miliar,” katanya kepada koran ini Kamis kemarin (9/7).

Dia menyebut, total nilai dana yang terserap itu untuk kebutuhan dua bidang. Masing-masing bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial. Sayangnya, dia belum bisa merinci penggunaan dana di dua bidang tersebut. “Dibagi dua sesuai  instruksi Mendagri bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial. Untuk jaring pengaman sosial ini kaitannya bantuan langsung tunai yang disalurkan dinas sosial,” imbuh dia.

Alasan tidak bisa dirincinya penggunaan itu karena pihaknya masih menunggu laporan terakhir dari OPD terkait. “Seingat saya data pertama itu Rp 15 miliar, tahap kedua laporannya belum masuk ke kita,” sambung Nas, sapaan akrabnya.

Begitu pula untuk bidang kesehatan. Meski belum bisa disebut pasti, namun disampaikan serapan anggaran penanganan Covid-19 sudah dilaporkan ke bupati. “Yang jelas laporan ini per 30 Juni kemarin, sesuai dengan mekanisme laporan ke Menkeu,” papar dia.

Lantas bagaimana dengan inventarisir bantuan pihak lain? Menurut Nas, sudah ada bidang sendiri yang menangani yaitu tim Gugas PP Covid-19 Jombang. “Terkait inventarisir sudah ada sendiri. Seperti dari pihak lain atau bantuan dari APBD misal tandon air dan sebagainya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kalangan DPRD Jombang menyoroti pengelolaan anggaran penanganan Covid-19. Untuk mengetahui lebih detail, para wakil rakyat meminta laporan secara khusus penggunaan anggaran hasil refocusing sebesar Rp 140 miliar tersebut.

Untuk diketahui awal Juni lalu, total anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang sebesar Rp 140 miliar sudah terserap sebanyak Rp 26,8 miliar. Paling banyak serapan pada bantuan langsung tunai (BLT).

Anggaran Rp 140 miliar dibagi menjadi dua bagian. Pertama bidang kesehatan dan kedua bidang jaring pengaman sosial. Bidang kesehatan dianggarkan sekitar Rp 65 miliar sedangkan bidang jaring pengaman sosial dianggarkan Rp 74 miliar.

Pada Juni lalu, bidang kesehatan sudah terealisasi sekitar 14 persen atau sekitar Rp 9,2 miliar. Sedangkan untuk bidang jaring pengaman sosial terserap Rp 15,5 miliar atau sekitar 28 persen. Anggaran di bidang jaring pengaman sosial ini direalisasian untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga terdampak.

Sedangkan untuk bidang kesehatan terbagi di beberapa SKPD misalnya RSUD Ploso terealisasi Rp 1,1 miliar, RSUD Jombang Rp 1,9 miliar, Gugas PP Bidang Pencegahan Rp 1,2 miliar, Gugas PP Bidang Logistik Rp 2,6 miliar, Gugas PP Bagian Penegakan Hukum Rp 601 juta, Dinas Komunikasi dan Informatika Rp 29 juta, serta Bagian Humas dan Protokol Rp 706 juta. 

Selain itu, masing-masing kecamatan dengan anggaran Rp 85,5 juta serta empat kelurahan di Jombang dengan anggaran Rp 42,7 juta juga terealisasi. Realisasi masing-masing bidang ini juga berbeda, misal RSUD Jombang dan RSUD Ploso dipakai untuk barang medis habis pakai, sedangkan di kecamatan dan kelurahan dipakai untuk biaya pendirian posko.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia