alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kembali Mondok di Jombang, Santri Wajib Karantina

07 Juli 2020, 18: 18: 52 WIB | editor : Binti Rohmatin

KARANTINA: Sejumlah santri yang tiba di pondok menjalani karantina selama 15 hari kedepan.

KARANTINA: Sejumlah santri yang tiba di pondok menjalani karantina selama 15 hari kedepan. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sejumlah santri beberapa pondok pesantren di Kabupaten Jombang mulai kembali ke asrama.

Setelah santri dan pengurus PP Mambaul Maarif Denanyar beberapa waktu lalu, kini giliran santri PP Al Aqobah Kwaron Diwek yang mulai datang. Mereka wajib menjalani karantina selama 15 hari.

Pantauan di lokasi, santri yang tiba di pondok menjalani karantina di beberapa tempat. Mulai dari GOR, ruang kelas, hingga ruangan milik pondok lainnya. Satu ruangan berukuran 8x9 meter ditempati kurang lebih 10 santri dengan tempat tidur berjarak.

”Protokol kesehatan kami terapkan sebelum santri tiba di sini,” ujar KH Ahmad Junaidi Hidayat, pengasuh PP Al Aqobah kemarin.

Misalnya, santri wajib menunjukan persyaratan administratif seperti surat bebas Covid-19 maupun surat pernyataan bersedia mengikuti protokol yang diterapkan pihak pondok.

”Ini bukan kewajiban, namun hanya pilihan. Sehingga santri yang balik tidak wajib,” tambahnya.

Saat ini tercatat ada 200-an santri putra-putri yang sudah kembali ke asrama. Jadwal kedatangan santri dijadwal bertahap sesuai protokol kesehatan.

”Kami tata agar tidak terjadi kerumunan. Sehingga kami jadwalkan bertahap, agar tidak ada persoalan menyangkut Covid-19,” papar dia.

Saat menjalani karantina di asrama, santri juga wajib mengikuti berbagai kegiatan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Misalnya berjemur saat pagi hari, senam, hingga olahraga ringan. ”Kegiatan produktif hingga pengembangan wawasan diri dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Bahkan makan santri juga kami ubah dengan variasi menu lebih sehat,” papar dia.

Junaidi menambahkan, santri yang menjalani karantina di asrama diwajibkan mematuhi aturan baru.

Misalnya membawa matras untuk alas tidur, hand sanitizer, peralatan makan, dan mandi. ”Itu kami lakukan untuk pencegahan penularan Covid-19 di pondok,” tandasnya.

Setelah lewat 15 hari dan kondisi tubuh santri dipastikan normal, kegiatan pondok akan dilanjutkan seperti biasa.

”Setelah itu kami kumpulkan secara normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

(jo/ang/bin/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia