alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Gagal Lelang, 12 Proyek Pemkab Jombang Tak Bisa Dikerjakan Tahun Ini

07 Juli 2020, 18: 15: 14 WIB | editor : Binti Rohmatin

TETAP BERJALAN: Aktivitas pelayanan di RSUD Ploso. Di rumah sakit ini, proyek pembangunan gedung ponek dan operasi senilai Rp 16 miliar dari APBD 2020 tak jadi direalisasikan tahun ini akibat gagalnya proses lelang.

TETAP BERJALAN: Aktivitas pelayanan di RSUD Ploso. Di rumah sakit ini, proyek pembangunan gedung ponek dan operasi senilai Rp 16 miliar dari APBD 2020 tak jadi direalisasikan tahun ini akibat gagalnya proses lelang. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Proyek gagal lelang ternyata tidak hanya di RSUD Ploso. Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Jombang merilis, sedikitnya ada 12 proyek tak bisa dikerjakan tahun ini akibat gagal lelang.

”Gagal lelang sekitar 12 proyek. Mulai dari fisik, barang, dan konsultan,” ujar Supradigdo, Kepala ULP Jombang saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang. Ia menyatakan 12 proyek gagal lelang salah satunya adalah di RSUD Ploso.

Gagalnya lelang, disebut Supradigdo karena waktu yang sudah habis. ”Sebenarnya bisa tidak gagal jika pihak RSUD Ploso mau mengajukan lebih awal. Akan tetapi pengajuan baru masuk Mei. Seharusnya seperti Dinas PUPR dan lainnya, masa pekerjannya lima bulan jadi harus mengajukan lebih cepat,” ungkapnya.

Sedangkan gagalnya proyek lain disebabkan recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19. ”Kalau gagal seperti RSUD Ploso tidak ada, tetapi gagalnya karena refocusing,” tegasnya. Beberapa proyek diantaranya penataan Jalan KH Wahid Hasyim dan box culvert Jalan Aditiyawarman.

Sisa proyek lainnya, kata Supradigdo masih berjalan sesuai jadwal. ”Seperti proyek puskesmas sampai saat ini masih berlangsung,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, rencana RSUD Ploso membangun gedung ponek dan operasi tahun ini tertunda. Penyebabnya, lelang proyek senilai Rp 16 miliar gagal.

Direktur RSUD Ploso dr Achmad Iskandar Dzulqornain membenarkan gagalnya lelang proyek tersebut. ”Sudah dimasukkan lelang. Sayang prosesnya tak berjalan mulus,” bebernya. Dia menambahkan dari hasil koordinasi dengan pihak ULP Jombang, tidak ada penawar yang memenuhi syarat.

”Suratnya kami terima satu minggu lalu, ternyata gagal lelang karena tidak ada pemenang. Pada saat evaluasi, dari 14 penawar tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan,” tegasnya.

(jo/yan/bin/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia