alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (40); Yusianto Santoso

Pantau Perkembangan Ekonomi Global Lewat Jawa

07 Juli 2020, 18: 11: 15 WIB | editor : Binti Rohmatin

Yusianto Santoso menjadi pembaca setia Jawa Pos.

Yusianto Santoso menjadi pembaca setia Jawa Pos. (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sejak 1970-an, Yusianto Santoso menjadi pembaca setia Jawa Pos. Sebagai pengusaha, Jawa Pos memberikan informasi yang lengkap tentang ekonomi. Apalagi perkembangan dolar yang di-update setiap hari, sangat membantunya dalam menjalankan roda usahanya.

”Saya baca dan langganan Jawa Pos sejak tahun 1970-an. Saya lupa tepatnya kapan,” ungkap Yusianto Santoso, pemilik toko Mulia Jombang.

Jawa Pos baginya bukan hanya sebatas media koran, tapi juga sebagai pantauan bisnisnya. Ia mengetahui kabar pasar melalui Jawa Pos di halaman ekonomi bisnis. Yang kemudian disesuaikan dengan kondisi usaha yang ia jalani di Jombang.

Kabar dolar di halaman pertama misalnya, itu juga membawa pengaruh kepada bisnisnya. Pasalnya, toko yang banyak menjual alat elektronik dan listrik kebanyakan didatangkan dari luar negeri.

Sehingga informasi tentang dolar sangat membantunya. ”Sekarang Jawa Pos jarang memberitakan tentang dolar, jadi saya cari di HP. Ada saat-saat tertentu dimana informasi tentang perkembangan dolar sangat penting untuk saya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain mengikuti perkembangan ekonomi bisnis, ia juga memberikan respons positif terhadap berita daerah. Jawa Pos kuat dengan berita daerah, dimana itu tidak dimiliki media-media lain.

Pemberitaan tentang lokal Jombang sangat kuat dan lengkap, sehingga membuatnya tahu kabar seputar tempat tinggalnya. ”Di Jawa Pos berita daerahnya melalui Radar Jombang lebih banyak, beda dengan media lain yang hanya sepintas lalu,” jelasnya.

Membaca koran sudah menjadi aktivitas rutin Yusianto. Koran datang sekitar pukul 06.00, selanjutnya ia baca di ruang bersantai keluarga. Aktivitas itu menjadi aktivitas rutin meskipun disibukkan dengan kegiatan toko.

”Kalau pagi baca di sini (ruang keluarga) kalau sudah di toko tidak sempat baca. Setiap pagi koran datang saya pasti membacanya dulu,” tambahnya.

Yang ia buka pertama adalah Radar Jombang. Ia memantau perkembangan daerah melalui media koran. ”Radar Jombang lengkap, berita sampai ke desa-desa ada, tapi kurang berani mengkritisi pemerintah,” kritiknya.

Menurutnya, peran media sangat diperlukan mengawal program pembangunan di daerah. Ia mendukung perbaikan roda pemerintahan melalui kritik yang dituangkan dalam media.

Sehingga perkembangan pemerintahan khususnya di Jombang akan lebih baik lagi. ”Kalau manut pemerintah kapan maju, pemerintah butuh media yang kritis, agar ada rasa takut, agar selalu ada perbaikan,” tegasnya.

Di ulang tahun Jawa Pos Radar Jombang yang keenam, Yusianto berharap agar Radar Jombang bisa menjadi koran yang independen. Menjadi media yang membawa manfaat untuk semua orang.

Ia juga memberikan saran agar Radar Jombang bisa memperkaya halaman dengan berita daerah, sehingga setiap desa bisa mengikuti perkembangan daerah, dan mengetahui informasi dari koran.

”Karena di online sekarang perkembangan sangat cepat, namun Radar Jombang tetap kuat, dengan berita daerah yang disampaikan di dalamnya, harus lebih banyak dan lebih kritis lagi,” pungkasnya. (bersambung)

(jo/wen/bin/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia