alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Mengenal Lebih Dekat dengan 12 Doktor Muda STKIP PGRI Jombang

07 Juli 2020, 10: 00: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Logo STKIP PGRI Jombang

ILUSTRASI: Logo STKIP PGRI Jombang (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG - Sebagai salah satu kampus unggulan di Jawa Timur, STKIP PGRI Jombang terus berupaya meningkatkan kompetensi dan sumber daya pengajarnya. Cukup banyak dosen dengan gelar doktor yang dimiliki kampus peraih penghargaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur ini. Bahkan 12 orang diantaranya adalah doktor muda.

Dr Munawaroh, Ketua STKIP PGRI Jombang, mengatakan, perlu kerja keras semua pihak untuk bisa meraih predikat kampus unggulan. “Baik dari pengurus lembaga, dosen, maupun mahasiswa yang sudah menunjukan kompetensinya di bidang akademik. Semua butuh kerja sama,” ungkap Munawaroh.

Karena itu, tantangan yang dihadapi STKIP PGRI Jombang ke depan menurut Munawaroh sangat berat. “Kampus unggulan bukan sekadar mempertahankan, tapi bagaimana mengaplikasikan kepada masyarakat,” tambahnya. Kampus unggulan yang dinilai kata Munawaroh tidak hanya fisiknya saja. Namun juga kinerja sumber daya manusia yang mengacu Tri Dharma perguruan tinggi.

1. Dr. Cahyo Tri Atmojo, S.Pd., M.M.

DOSEN Prodi Pendidikan Ekonomi ini menjabat sebagai Gugus Mutu Program Studi Pendidikan Ekonomi, Cahyo juga pernah meraih program hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemerinstekdikti selama dua tahun berturut turut.

”Alhamdulilah saya pernah meraih hibah Dosen Pemula tahun 2014 dan 2015,” ujar dia. Dosen muda kelahiran 23 Oktober 1986 ini masuk STKIP PGRI Jombang sejak 2010. Ia mengawali pendidikan S1 di Pendidikan Ekonomi dan lulus 2009.

Kemudian melanjutkan program magister ke Universitas Merdeka Malang dan lulus 2011. Hingga kemudian meraih gelar doktor di Universitas Negeri Malang dan lulus 2019.

”Penelitian disertasi saya mengulas tentang Pendidikan Ekonomi pada SMA/MA di Kabupaten Jombang dalam perspektif nilai rasionalitas ekonomi, altruisme ekonomi, dan moralitas ekonomi,” tambahnya.

Penelitian disertasi yang ia lakukan didasarkan dari banyaknya fenomena yang terjadi di masyarakat, khususnya kalangan remaja yang lebih mengutamakan keinginan dalam gaya hidup daripada kebutuhan.

2. Dr. Edy Setiyo Utomo, M.Pd.

DARI sejumlah dosen bergelar doktor di STKIP PGRI Jombang, Edy Setiyo Utomo termasuk dosen yang memiliki kesibukan sebagai asesor alias penguji. Lahir di Jombang 5 Desember 1984 silam, Edy menjadi dosen di Program Studi Pendidikan Matematika.

”Selain aktif mengajar di STKIP PGRI Jombang, sejak tahun 2019 juga aktif sebagai asesor di BAN PAUD dan PNF. Serta aktif sebagai pembicara dalam seminar nasional dalam bidang Pendidikan Matematika,” ujar dia.

Edy termasuk salah satu dosen yang cukup berprestasi. Pada 2010 ia mendapat beasiswa S2 melalui program International Master Program on Matehamtics Education (IMPoME) di Universitas Negeri Surabaya. Selanjutnya pada 2013 ia mendapat beasiswa S3 Pendidikan Matematika melalui program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dari Kemenristekdikti di Universitas Negeri Surabaya.

”Selain itu, pada tahun 2015 saya pernah menjadi juara pertama kategori umum dalam Lomba Program Kreativitas Masyarakat Tingkat Nasional yang dilaksanakan di Solo,” tambahnya.

Edy mulai mengajar di STKIP PGRI Jombang sejak 2008. Mulai 2013 hingga sekarang, ia dipercaya sebagai Gugus Mutu Prodi Pendidikan Matematika.

3. Dr. Eny Suryowati, M.Pd.

ENY termasuk salah satu dosen bergelar doktor yang juga alumnus STKIP PGRI Jombang. Ia mulai diminta menjadi dosen sejak 2007 silam.

”Sebagai alumni saya bangga dan bersyukur diberi kesempatan mengabdi dan mengamalkan ilmu di almamater tercinta. Karena mengajar di sini, saya dapat memperoleh kesempatan melanjutkan S2 dan S3 dengan beasiswa,” ujar dia.

Perempuan kelahiran Jombang 3 September 1983 silam ini pernah mendapat hibah penelitian disertasi doktor 2018 dari Kemenristekdikti. Serta pernah menjadi pengajar pada diklat penguatan kepala sekolah yang digelar Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) STKIP PGRI Jombang pada 2019.

”Diklat penguatan kepala sekolah merupakan program dari Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” tandasnya.

Selain menjadi dosen, Eny juga sibuk sebagai ibu rumah tangga. ”Anak saya yang pertama adalah Amirah Nasywah Zahirah A. dan yang kedua M.Gibran Arrasyiid. Bagi saya mendampingi anak-anak yang masih butuh bimbingan banyak dari orang tuanya adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan,” papar dia.

4. Dr. Fahimul Amri, S.Pd., M.Pd.

TINGGAL di pedesaan tepatnya di Dusun Balongrejo, Desa Pundong Kecamatan Diwek, membuat Fahimul Amri dosen Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Jombang menyukai berkebun dan bertani. ”Kesibukan saya selain sebagai dosen juga ke sawah,” ujar dia.

Fahimul Amri menjabat Ketua Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Ekonomi, dan juga merupakan alumnus STKIP PGRI Jombang 2009. ”Setelah lulus dari STKIP PGRI Jombang saya mengajar di sini pada tahun 2010,” tambahnya.

Setelah lulus 2009 ia melanjutkan program Pascasarjana Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya dan lulus 2013. Lalu melanjutkan program doktoral di Universitas Negeri Malang Pendidikan Ekonomi dan lulus pada 2019.

”Alhamdulilah saya pernah mendapatkan hibah dari DRPM Kemerinstek dikti yakni Hibah Dosen Pemula tahun 2015 dan 2016. Serta Hibah Penelitian Disertasi Doktor (PDD) tahun 2018,” papar dia,

Dalam disertasinya Fahimul mengulas tentang model pembelajaran ekonomi berdasar asas kekeluargaan. Salah satunya tentang nilai-nilai asas kekeluargaan seperti yang tercantum dalam UUD 1945, sehingga dapat diimplementasikan ke proses pembelajaran ekonomi di sekolah.

5. Dr. Heppy Hyma Puspytasari, SH.

HEPPY juga termasuk dosen berprestasi lainnya yang dimiliki STKIP PGRI Jombang. Perempuan kelahiran Trenggalek 8 April 1977 ini adalah mengajar di program studi PPKn, persisnya di mata kuliah Hukum Perdata dan Pidana.

”Mengajar adalah salah satu impian dan hobi saya. Kecintaan saya pada dunia mengajar sangat besar,” ujar Heppy.

Selama mengajar di STKIP PGRI Jombang, Heppy pernah menjabat Sekretaris Program Studi PPKn pada periode 2010 hingga 2013. Ia kemudian melanjutkan Program S3 Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya dengan beasiswa dari BPPDN.

”Saya menyelesaikan S3 dengan penelitian berjudul Pembagian Harta Bersama dalam Permohonan Izin Poligami yang Menjamin Perlindungan Hukum bagi Istri,” tambahnya. Penelitian disertasi yang ia lakukan, dilatarbelakangi banyaknya kesenjangan dalam perkara harta bersama perkawinan poligami.

”Perkawinan poligami bukan hal yang dilarang. Sehingga sangat diperlukan perangkat aturan hukum yang jelas yang mengatur segala hal dalam pelaksanaan poligami. Terutama menyangkut perlindungan hukum bagi keluarga, baik istri atau anak. Ini diharapkan mempermudah proses pembagian waris kelak,” pungkas dosen yang sudah mengajar sejak 2009 ini.

6. Dr. Lina Susilowati, S.E.

Dosen STKIP PGRI Jombang lainnya yang meraih program hibah Dosen Pemula dari Kemenristekdikti adalah Lina. ”Saya mendapatkan hibah Dosen Pemula tahun 2016,” ujar perempuan kelahiran Magetan 7 Oktober 1979 ini.

Ia juga merupakan salah satu dosen yang pernah menjadi pengelola Hibah Program Coop/PBBT (Program Belajar Bekerja Terpadu) dari Belmawa Dikti selama dua tahun berturut-turut, 2014 dan 2015.

Lina saat ini menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Pendidikan Ekonomi. Ia masuk STKIP PGRI Jombang 2006 silam. Sebelumnya ia menempuh program sarjana Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan di Universitas Jember. Kemudian melanjutkan progam pascasarjana dan program doktoral Ilmu Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang.

”Dalam disertasi, saya mengulas tentang Faktor Internal Produktivitas dan Strategi Pemberdayaan Industri Kecil Menengah di Kabupaten Magetan,” tambahnya.

Lina saat ini sudah melahirkan jurnal internasional terindeks Scopus yang dipublikasi sejak Maret 2020 di International Journal for Quality Research dengan judul Labour Productivity In Micro And Small Industries (Research On Leather Craftsmen In Magetan Regency).

”Serta prosiding international yang terbit di Journal of Physics Maret 2020 dengan judul Basic Education and Training Priority on Strategy of Empowerment of Micro and Small Industry Of Leather Craft in Magetan Regency,” pungkasnya.

7. Dr. Mu’minin, S.Pd., M.A.

DOSEN yang aktif di kegiatan lain, cukup banyak dimiliki STKIP PGRI Jombang. Ia adalah Mu’minin yang aktif menjadi dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sejak 2008. ”Sejak dulu saya aktif di berbagai macam kegiatan,” ujar dia.

Diantaranya pelatih IAPBE (Indonesia Australia Partnership In Basic Education) Jombang, trainer Bimtek Kurikulum 13 Kementerian Agama, trainer Bimtek Fungsional Peningkatan Kompetensi Guru Muda Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Kementerian Agama Surabaya.

Kemudian menjadi pelatih penulisan PTK MGMP SMA se-Kabupaten Jombang, trainer Motivation Training Sukses UAN di Kabupaten Jombang, pelatih Workshop Review Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia se-Indonesia di UPI Bandung. ”Serta tainer Diklat Penguatan Kepala Sekolah LPD STKIP PGRI Jombang,” jelas dia memerinci.

Mu’minin juga merupakan alumnus STKIP PGRI Jombang program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Setelah lulus program sarjana ia melanjutkan S2 ke UGM Yogyakarta, dan masuk jurusan Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Budaya melalui program beasiswa Kemenag. Kemudian menempuh pendidikan S3 jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra di Universitas Negeri Surabaya melalui program beasiswa BPPDN.

8. Dr. Rifa Nurmilah, M.Pd.

MERASAKAN penat karena sibuk menjadi dosen kerap dialami Rifa Nurmilah, dosen berprestasi Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang.

Namun Rifa memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan penat itu, yakni bercocok tanam dan menjahit. ”Saya memang hobinya bercocok tanam dan menjahit. Sehingga di rumah banyak sekali tanaman dan bunga,” ujar dia.

Perempuan kelahiran Jombang 25 April 1976 ini diketahui pernah meraih program hibah Penelitian Dosen Pemula pada 2012, 2013 dan 2016. Serta program hibah Pengabdian Masyarakat pada 2015 yang digelar Kemenristekdikti.

”Selain itu saya juga pernah meraih hibah penelitian disertasi doktor tahun 2018 tentang pengembangan mutu dosen perguruan tinggi swasta lingkungan pesantren dan non pesantren di Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

9. Dr. Rohmatul Umami, M.Si.

BAGI civitas akademik dan alumnus STKIP PGRI Jombang Prodi Matematika, pasti tak asing dengan sosok Rohmatul Umami. Perempuan kelahiran Jombang 8 Juli 1982 ini memang sudah aktif mengajar sejak 2009 silam.

Rohmatul Umami mengawali pendidikannya di MI Nizhomiyah Sentul dan melanjutkan ke SMPN 1 Tembelang. Setelah itu melanjutkan ke SMAN 2 Jombang dan lulus pada 2000. ”Kemudian tahun 2005 lulus S1 Matematika Universitas Brawijaya Malang,” ujar dia.

Pada 2007 ia mendapat beasiswa Pendidikan S2 Matematika di ITS Surabaya. ”Alhamdulillah pada 2019 lulus S3 Pendidikan Matematika di Unesa,” tambahnya.

Rohmatul bercerita disertasinya berjudul Profil Komunikasi Matematis Guru dalam Proses Pembelajaran Ditinjau dari Pengalaman Mengajar. ”Penelitian itu mengulas bagaimana komunikasi matematis guru senior atau guru pemula di kelas,” pungkasnya.

10. Dr. Abd Rozak, S.Pd., M.Si.

DOSEN berprestasi lain yang dimiliki STKIP PGRI Jombang adalah Abd Rozak. Sebelumnya, dosen ini menempuh pendidikan pascasarjana melalui jalur beasiswa di ITS Surabaya 2009 lalu.

Rozak meniti karir sebagai pengajar di STKIP PGRI Jombang sejak 2006. ”Setelah S2 saya menempuh program Doktor di Universitas Negeri Malang lulus tahun 2018. Sebelumnya di tahun 2015 mendapatkan status sebagai Dosen Profesional dan kini kembali memperkuat jajaran Dosen Pendidikan Matematika di STKIP PGRI Jombang,” ujar dia.

Dalam disertasinya ia mengulas metakognitif pada pembelajaran matematika, dengan pandangan pentingnya keterampilan metakognitif dalam pembelajaran yang harus dimiliki peserta didik.

”Selain itu saya juga menuangkan karya-karya dalam buku teks yang beredar secara nasional. Seperti Pengantar Statistika dan Pengolah data Statistika dengan SPSS,” pungkasnya.

11. Dr. Muhammad Saibani Wiyanto, M.Pd.

DOSEN ini terbilang punya pengalaman berbeda. Lahir di Jombang pada 3 Agustus 1985, dosen ini memiliki rentetan prestasi di bidang akademik. Salah satu yang paling berkesan adalah merasakan kuliah di Amerika Serikat.

”Alhamdulilah, di tahun 2013 saya lolos seleksi beasiswa PKPI atau Sandwich-like Ristek-Dikti. Selama enam bulan berkesempatan mengikuti perkuliahan dan riset di Ohio State University Amerika Serikat,” ujar dia.

Prestasi akademik lainnya yang diraih Saibani adalah beasiswa BPPDN Ristek Dikti 2011 untuk menjadi mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Negeri Surabaya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.

Pada 2015 ia juga menjadi pemenang hibah doktor dari Ristek-Dikti. ”Insya Alloh sebentar lagi meluncurkan buku pertama hasil riset kolaborasi dengan mahasiswa STKIP PGRI Jombang berjudul The Overview of Indonesian Sociolinguistic Perspective,” tambahnya.

Selain menjadi dosen ia juga memiliki kegemaran lain di rumah. Selama pandemi Covid-19, bersama keluarga sering berkebun tomat, lombok, dan terong. ”Terkadang untuk menjaga kesehatan tubuh saya juga sering bermain futsal,” pungkasnya.

12. Dr Wardani Dwi Wihastyanang

DOSEN Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Jombang ini juga memiliki kesibukan lain selain mengajar. Ia adalah Chief Executive Officer (CEO) academicapublishing.org.

Dosen kelahiran Jombang 2 Mei 1985 silam ini memang menyukai berbagai hal di bidang IT. Itu diterapkan dari beberapa penelitian yang dilakukannya.

”Selain meliputi linguistik, pengajaran Bahasa Inggris, dan sastra, saya juga meneliti tentang teknologi pendidikan, e-learning, dan penggunaan internet dalam pendidikan. Alhamdulillah saya memiliki lebih dari sembilan artikel jurnal yang diterbitkan dalam indeks internasional dan proses nasional dan internasional lainnya,” ujar Wardani.

Dosen yang sudah aktif mengajar sejak 2009 ini juga merupakan alumnus STKIP PGRI Jombang Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. ”Alhamdulillah bisa bergabung untuk mengabdi sebagai salah satu dosen di kampus almamater saya,” papar dia.

Wardani masih ingat betul hal yang membuat ia semangat dalam menempuh pendidikan adalah dari pesan ayahnya. ”Studi lanjut saya berawal dari ungkapan dadi wong iku ojo pas bandrol, kalimat yang memberikan semangat untuk melanjutkan studi,” pungkas pria yang menempuh pendidikan tinggi Program Doktor di Universitas Negeri Malang (UM) 2018 ini.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia