alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Covid-19 di Jombang; Sembuh Tambah 7 Orang, Satu Keluarga Positif

05 Juli 2020, 20: 12: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Jumlah pasien dinyatakan sembuh di Kabupaten Jombang mencapai 26 persen dari total kasus keseluruhan. Saat ini penambahan tujuh pasien yang dinyatakan sembuh. Pihak Gugas PP Covid-19 Jombang memerkirakan tingkat kesembuhan terus meningkat hingga beberapa bulan ke depan.

Data yang dihimpun dari laman dinkes.jombangkab.go.id menyatakan, total ada tujuh penambahan pasien sembuh, Jumat kemarin (3/7). Kesembuhan paling banyak berasal dari Kecamatan Peterongan, dan satu dari Kecamatan Perak. Dengan ini total pasien sembuh ada 74 orang. 

Selain itu, dua pasien Covid-19 dilaporkan meninggal dunia. Keduanya dari Kecamatan Kesamben dan Kecamatan Mojowarno. Sehingga jumlah pasien meninggal 22 orang. Pada perkembangan terakhir, juga ada penambahan pasien positif satu orang dari Kecamatan Mojoagung. Total pasien positif Covid-19 menjadi 282 orang. 

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covi-19 Jombang dr Pudji Umbaran menyampaikan, jumlah pasien sembuh memang terus bertambah setiap hari. ”Mereka paling banyak dari rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang,” ujar dia.

Dari hasil uji swab yang dilakukan RSUD Jombang kemarin, pihaknya menyebut ada tambahan 16 pasien OTG yang dinyatakan sembuh. Namun data tersebut tak bisa langsung dirilis karena terlebih dahulu dilaporkan ke Pemprov jatim.

”Hari ini saya menandatangani 16 orang yang sembuh, namun yang tujuh sembuh masuk data itu apa tidak, kami kurang tahu karena yang merilis Pemprov Jatim,” paparnya.

Pudji tak menampik, jika ada dua pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia. Keduanya pasien dalam pengawasan (PDP). ”Statusnya PDP yang mengkawatirkan karena membutuhkan penanganan serius, apalagi kalau kondisinya sudah jelek,” tegasnya. 

Sementara itu, diantara sembilan tambahan pasien positif dari Kecamatan Mojoagung yang dirilis (1/7) lalu, ternyata beberapa satu keluarga. Diduga kuat, penyebabnya ada salah satu anggota keluarga yang bekerja sebagai pedagang pasar di Mojokerto.

“Informasinya yang tujuh satu desa dari Kauman, sementara yang dua lainnya dari desa lain, salah satu keluarganya kerja di Pasar Brangkal Mojokerto,” ucap salah satu narasumber. Ia menyebut, tujuh orang positif itu merupakan kerabat dekat. Seluruhnya tinggal di satu gang yang sama. “Jadi awal dari bapaknya, kemudian setelah dinyatakan positif ada rapid test dan tujuh orang reaktif dan ternyata menyusul,” tambahnya.

Dikonfirmasi hal ini, dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang membenarkan. “Benar, dari rapat koordinasi kemarin memang seperti itu. Tujuh itu satu desa dan bahkan masih satu keluarga,” ucapnya. 

Pudji menyebut, dugaan kuat sumber tertularnya tujuh orang ini berasal dari klaster pasar di Kabupaten Mojokerto. “Anggota keluarganya memang salah satunya kerja di pasar di Mojokerto, bukan di Jombang. Dan memicu transmisi keluarganya yang lain,” lanjutnya.

Hingga kini, Gugas disebutnya masih terus melakukan tracing kepada orang yang pernah berkontak dengan seluruh pasien yang kini telah dikarantina itu.

Bahkan, karena dinilai cukup mengkhawatirkan tracing diberlakukan dengan jangka waktu lebih panjang. “Kalau biasanya mentok sampai 14 hari setelah pengambilan sampel, ini bisa lebih mungkin 20 hari, jadi bisa lebih banyak,” pungkasnya. 

(jo/ang/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia