alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun Ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (39); Eksan Gunajati

Sudah Kebutuhan Sehari-hari

05 Juli 2020, 16: 39: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang Eksan Gunajati.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang Eksan Gunajati. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Tepat 1983, Eksan Gunajati baru masuk sebagai tenaga honorer. Sehingga dia dintuntut aktif mengikuti perkembangan dan harus mengetahui permasalahan di tengah masyarakat. Sejak saat itu dia membaca Jawa Pos dan dilakukan sampai sekarang.

“Dulu sebenarnya sebelum masuk tenaga honorer, saya sudah baca tapi belum rutin,” ungkap Eksan saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu kemarin. Terlihat, sudah ada koran di atas meja kerjanya. Nampak koran yang terlipat sudah dibaca Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang ini. Bahkan, sebelum berangkat kerja, dia mengaku sudah membaca koran sekilas di rumah.

“Saya memilih Jawa Pos karena datangnya sangat pagi dibandingkan yang lain, terlebih lagi sejak ada Radar Jombang, beritanya semakin lengkap. Bahkan sampai tiga kali pindah rumah koran, Jawa Pos terap ikut,” katanya.

Menurutnya, Jawa Pos sudah menjadi kebutuhan dirinya sehari-hari. Sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Jombang, ia harus mengikuti perkembangan isu-isu daerah yang menjadi bahan evaluasi saat membuka apel pagi. “Dulu pada apel di Pemkab Jombang, menjadi bahan evaluasi, karena semua OPD hadir,” ujar pria yang pernah menjabat Plt Sekdakab Jombang ini.

Hingga sekarang, bahan evaluasi yang beberapa diambilkan dari isu menarik itu dilakukannya sampai sekarang. Tidak hanya isu yang berkembang di dinasnya sendiri, tapi juga membaca isu dari OPD lain. Sehingga bisa mengetahui perkembangan yang ada. “Jawa Pos sudah mencakup semua, bahkan memberi kritikan membangun,” ungkap bapak tiga anak ini.

Terlebih, sajian informasi saat ini dinilainya sudah obyektif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan koran ini pembaca sudah bisa mengikuti perkembangan yang ada di Pemkab Jombang meski bukan pegawai. Karena sudah mencakup semuanya. “Ya pesannya yang jelek-jelek agak dikurangi, tapi ini sudah baik kritikan membangun bukan provokasi,” terang pria berusia 57 tahun ini.

Bukan hanya dari segi pemberitaan, kebutuhan komunikasi dengan bersosialisasi melalui media cetak pun  dirinya selalu menghadirkan Jawa Pos. “Karena Jawa Pos juga mempunyai rasa memiliki Jombang,” pungkas Eksan. (bersambung)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia