alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Keluarga Sudah Memaafkan Pelaku Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak

03 Juli 2020, 13: 31: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pasangan suami istri pelaku pembunuhan terhadap Elly Marida, 47, guru SMPN 1 Perak.

Pasangan suami istri pelaku pembunuhan terhadap Elly Marida, 47, guru SMPN 1 Perak. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pihak keluarga akhirnya angkat bicara perihal tuntutan yang diberikan JPU pada dua terdakwa pembunuh Elly Marida, Guru SMPN 1 Perak. Selain pasrah seluruh proses hukum ke aparat berwajib, keluarga juga sudah memaafkan kedua pelaku.

“Pada intinya kami menganggap tuntutan itu sudah tepat.  Sepenuhnya kami pasrahkan nanti pada hakim yang memutus kasusnya,” terang Edi Purnomo, suami korban.

Edi menyebut, sempat menjadi salah satu saksi dalam persidangan kasus pembunuhan yang menghebohkan kalangan pendidikan itu. Ia juga mengikuti sejumlah persidangan yang dilalui kedua pelaku Wahyu dan Sari. “Di persidangan itu kedua pelaku saya lihat juga tidak sama sekali mengelak, seluruhnya diakui dengan jujur,” lanjutnya.

Bahkan, saat ia menjadi saksi, sang hakim sempat memediasi keduanya. Ini setelah Wahyu dan Sari sama-sama mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Edi secara langsung. “Kami katakan kalau keluarga sudah memaafkan kedua pelaku. Tapi proses hukum juga harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Edi dan seluruh anggota keluarga sudah mengikhlaskan kepergian sang istri. Memaafkan kedua pelaku, disebutnya juga upaya untuk membuat sang istri tenang. Pihak keluarganya bisa lebih fokus. “Kami memilih fokus menjalani hidup ke depan saja, juga anak-anak yang masih harus saya dampingi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Elly Marida, 47, guru SMPN 1 Perak ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang (21/12) lalu. Korban tewas setelah diserang pasutri yang menyatroni rumahnya.

Pada jasadnya ada beberapa luka yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia. Beberapa luka itu terdapat di dahi cukup lebar dan luka di tangan yang berbentuk sayatan.

Pasutri yang membunuhnya adalah Wahyu Puji Winarno, 30 dan Sari Wahyu Ningsih, 21, yang baru berhasil ditangkap tiga minggu kemudian. Dalam sidang tuntutan Rabu kemarin, keduanya dituntut hukuman berbeda. Wahyu dituntut lebih lama 20 tahun, dan istrinya Sari hanya 12 tahun penjara.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia