alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Ditipu Rp 1 Miliar, Pengaduan Warga Diwek ke Polisi Masih Ngambang

03 Juli 2020, 13: 29: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rio Febrian Lestyanto, pengusaha asal Desa Ceweng, Kecamatan Diwek mengeluhkan digantungnya kasus yang telah ia laporkan kepada aparat kepolisian.

Rio Febrian Lestyanto, pengusaha asal Desa Ceweng, Kecamatan Diwek mengeluhkan digantungnya kasus yang telah ia laporkan kepada aparat kepolisian. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Rio Febrian Lestyanto, pengusaha asal Desa Ceweng, Kecamatan Diwek mengeluhkan digantungnya kasus yang telah ia laporkan kepada aparat kepolisian.

Kendati sudah berbulan-bulan, pengaduannya ke polisi atas kasus dugaan penipuan belum juga ada titik terang. Bahkan terkesan masih mengambang.

“Saya melapor 20 September 2019 lalu, kasusnya dugaan penipuan. Tapi sampai sekarang tidak menerima surat perkembangan lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Kasus yang membelitnya ini bermula dari Rio yang didatangi teman masa kecilnya yang juga tetangga di desanya sendiri Januari 2016. Saat itu, sang teman mengutarakan keinginannya untuk meminjam uang, dengan alasan untuk koperasi karyawan.

“Teman saya ini mengaku kerja di salah satu perusahaan kayu di Jombang, sebagai accounting. Dia meminjam uang katanya mau buat simpan pinjam karyawan di pabrik,” lanjutnya. Saat itu, Rio yang percaya lantaran merasa kenal dekat memberi belasan juta uang seperti yang diminta.

Terlebih sang kawan menjanjikan adanya pengembalian kepadanya beberapa persen dari uang itu sebagai imbal jasa. “Kita buat juga surat perjanjian waktu itu, dan memang setiap bulan ada yang diberikan, nominalnya tidak banyak, tapi katanya sebagai bunga,” tambahnya.

Setelah itu, sang teman kembali meminta uang dengan alasan yang sama. Karena merasa pembayaran bunga lancar di awal, Rio pun terus mengucurkan uang. Nominalnya bervariasi, bulai belasan juta hingga ratusan juta. “Kalau sistemnya macam-macam, ada yang cash, ada yang transfer. Yang jelas sampai September 2018 totalnya sudah Rp 1 miliar,” rincinya.

Bahkan, nominal ini disebutnya bisa dibuktikan dengan jelas lantaran ada surat perjanjian yang ditandatangani dia, sang teman juga dua orang lainnya. “Jadi dua lainnya ini istri dia sama teman dia yang katanya manager di pabrik,” lontar dia.

Namun, hingga akhir September, Rio mulai curiga dengan gelagat temannya yang terus meminta tambahan uang. Setelah didesak, sang kawan mengaku uang itu telah habis lantaran dipakai untuk menutup utang di sana-sini dengan cara sama seperti yang dilakukan terhadap Rio.

“Dan setelah kita cek, dia ternyata bukan acounting di pabrik, hanya pekerja sawmill. Teman yang disebutnya manager juga tidak jauh berbeda. Bahkan slip gaji yang sebelumnya diberikan ke kita juga palsu,” imbuh bapak dua anak ini.

Ia pun melaporkan kejadian ini ke Satrekrim Polres Jombang   September 2019 lalu. Ia dan istrinya, juga menyebut sudah dua kalu menjalani pemanggilan untuk diperiksa. Hal sama juga sudah dilakukan kepada kawan yang ia laporkan.

“Tapi setelah itu tidak ada lagi perkembangan. Kami tidak tahu bagaimana kasus ini berlanjut, prosesnya seperti jalan di tempat. Padahal kami berharap proses hukum terus dilakukan,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kasatrekrim Polres Jombang AKP Cristian Kosasih membantah pengusutan kasus dugaan penipuan yang berhenti. “Kami pastikan prosesnya masih berjalan, masih berproses,” ucapnya.

Ia mengaku, hingga kemarin prosesnya masih dalam penyelidikan dan belum ada tersangka yang ditetapkan. “Masih proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi,” pungkas dia.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia