alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Sudah Empat Bulan Insentif Tenaga Kesehatan RSUD Ploso Belum Cair

03 Juli 2020, 13: 28: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Berbeda dengan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Jombang. Para nakes di RSUD Ploso justru belum merasakan sama sekali insentif seperti yang dijanjikan sejak awal. Bahkan, insentif itu belum diterima empat bulan berturut-turut sejak Maret lalu.

“Insentif tenaga kesehatan sedang proses pengajuan tapi belum cair. Kami mengajukan untuk pencairan bulan Maret, April, Mei, dan Juni,” kata Direktur RSUD Ploso Dr Iskandar Dzulqornain kemarin. Jumlah nakes yang dilibatkan secara khusus untuk menangani pasien Covid-19 cukup banyak hingga 98 orang.

Diantaranya 21 tenaga medis, lanjutnya, baik dokter umum mapun dokter spesialis. Seluruhnya terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 dengan kerja shift. Seluruhnya berjumlah 77 orang. Jumlah itu belum termasuk tenaga paramedis seperti perawat, laboratoris, ahli gizi dan lainnya.  

Iskandar menjelaskan, pengajuan insentif memang dikirim sekaligus untuk satu kali pencairan. “Insentif sampai Juni dan masih menunggu. Pembayaran transfer ke rekening masing-masing pegawai yang bersangkutan dan dirapel empat bulan nanti. Karena pelayanan sudah dilakukan,” lanjut dia.

Menurutnya, keterlambatan pencairan insentif itu disebabkan adanya perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Kabupaten Jombang. Sehingga pengajuan dilakukannya sekaligus empat bulan terhitung Maret, April, Mei dan Juni.

Nilai insentif yang diberikan sesuai dengan pagu sebelumnya, sebagaimana yang sudah diterima nakes di RSUD Jombang. Yaitu seperlima dari usulan Kementerian Kesehatan RI.

Ia lantas merinci insentif tertinggi dokter spesialis yang diusulkan Rp 3 juta perbulan. Kemudian dokter umum Rp 2 juta perbulan, perawat Rp 1 juta perbulan, cleaning service Rp 500 ribu perbulan, tenaga lain seperti analis, radiografer, forensik sebesar Rp 750 ribu perbulan. “Sesuai kemampuan anggaran Pemkab Jombang,” terangnya.

Padahal insentif tenaga medis dan paramedis yang masuk tim perawatan Covid-19 ini semestinya dokter spesialis di ketentuan tertinggi diberi Rp 15 juta dan dokter umum Rp 10 juta. Namun karena menyesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Jombang, maka disesuaikan seperlima. Meski nilainya tak sesuai dengan ketentuan tertinggi, namun insentif diberikan sejak penugasan pertama adanya pasien Covid-19, yaitu bulan Maret.

Sehingga insentif nakes di RSUD Ploso bakal menerima sekaligus empat bulan berturut-turut. Insentif ini hanya diberikan kepada tenaga medis dan paramedis yang bertugas untuk merawat pasien Covid-19.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia