alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Anggaran Turun, BLT Provinsi Tahap II di Jombang Belum Juga Dibagi

03 Juli 2020, 13: 22: 49 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: BLT untuk masyarakat terdampak Covid-19.

ILUSTRASI: BLT untuk masyarakat terdampak Covid-19. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hingga awal Juli ini bantuan penanganan Covid-19 dari APBD Provinsi Jawa Timur belum juga dibagikan. Alasannya, proses distribusi masih menunggu kesiapan bank penyalur. Padahal, dana yang semestinya dibagi Juni ini sudah ditransfer dan masuk kas daerah.

”Ya harusnya bantuan APBD Provinsi tahap II memang Juni dibagikan,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang M Saleh kemarin. Sampai saat ini bantuan berbentuk uang tunai itu dalam proses dan diperkirakan dalam satu dua hari ke depan, bantuan bisa diterimakan. Tercatat ada 35.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan ini.

”Uang sudah ditransfer dari APBD Provinsi Jawa Timur,” bebernya. Sehingga, pencairan bantuan tinggal menunggu kesiapan bank penyalur. Dalam hal ini Bank Jombang yang akan membagi ke semua desa. Termasuk menjadwal penyaluran bantuan dengan berkoordinasi antara bank penyalur dengan pihak desa.

”Pembagiannya nanti bergiliran atau bareng tergantung dari bank penyalur dan desa,” ungkapnya. Saat ditanya kendala yang membuat bantuan bisa molor, Saleh membantah. Dia menyebut tidak ada kendala. Saat ini yang sudah proses penyaluran bantuan APBD Pemprov Jawa Timur, baru delapan kabupaten/kota termasuk Jombang.

Meski begitu, ia menyebut molornya pembagian bantuan sedikit banyak dipengaruhi laporan pertanggungjawaban dan penyesuaian data pada pencairan tahap pertama. Termasuk penghapusan data ganda. ”Karena data yang diajukan juga diverifikasi oleh provinsi,” ungkapnya.

Hanya saja, Saleh menjelaskan terkait data ganda yang memang sangat sulit dihilangkan. Terutama pada kesalahan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) yang tidak selesai. Sehingga kemungkinan besar bantuan tahap dua nanti masih ditemukan adanya data ganda. ”Untuk data ganda kemungkinan muncul, tapi hanya satu dua saja,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia