alexametrics
Senin, 10 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak; Suami Dituntut 20 Tahun, Istri 12 Tahun

03 Juli 2020, 10: 39: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wahyu Puji Winarno, 30 dan Sari Wahyu Ningsih, 21, pasutri terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak kemarin (1/7) menjalani sidang pembacaan tuntutan JPU.

Wahyu Puji Winarno, 30 dan Sari Wahyu Ningsih, 21, pasutri terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak kemarin (1/7) menjalani sidang pembacaan tuntutan JPU. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Wahyu Puji Winarno, 30 dan Sari Wahyu Ningsih, 21, pasutri terdakwa kasus pembunuhan guru SMPN 1 Perak kemarin (1/7) menjalani sidang pembacaan tuntutan JPU. Dalam sidang itu keduanya dituntut hukuman berbeda. Wahyu dituntut lebih lama 20 tahun, dan istrinya Sari hanya 12 tahun penjara.

“Tuntutan yang dibacakan JPU hari ini 20 tahun penjara untuk terdakwa I atas nama Wahyu Puji Winarno, dan 12 tahun untuk terdakwa 2 Sari Wahyuningsih,” terang Kasipidum Kejari Jombang Tedhy Widodo.

Dalam persidangan sebelumnya, ia menyebut ditemukan fakta persidangan jika kedua terdakwa memang telah merencanakan aksi pembunuhan. Ini dibuktikan dengan upaya meminjam sepeda motor dari saksi lain beserta sebilah pisau dapur. “Alasan meminjam pisau itu untuk mencari kunyit,” lanjutnya.

Namun, setelah sampai di rumah korban Elly Marida, keduanya berpura-pura sebagai orang yang sedang mencari kos. Namun saat Elly lengah, Wahyu, sang suami mencoba masuk rumah korban dari jalan lain lalu mengambil handphone dan dompet korban. “Karena ketahuan sama korban, terjadilah serangan, pertikaian dan berujung pembunuhan,” tambahnya.

Tuntutan yang diberikan JPU itu disebutnya berkaitan dengan pasal yang dikenakan kepada kedua pelaku, yakni pasal 339 KUHP. “Namun kita tetap mempertimbangkan tanggungan anak yang masih kecil pada keduanya. Sehingga dengan pertimbangan kemanusiaan ini, kepada terdakwa I tuntutannya maksimal, sedangkan ke istrinya tidak,” rinci dia.

Sidang pembacaan tuntutan kemarin kembali dilakukan dengan sistem daring. JPU mengikuti sidang di salah satu ruangan Kejaksaan dan Majelis Hakim memimpin sidang di ruagan sidang PN Jombang bersama penasehat hukum terdakwa. Sementara kedua terdakwa mengikuti sidang di Lapas Klas IIb Jombang. Sidang juga terpantau berlangsung singkat dan langsung pada pembacaan materi tuntutan. Kedua terdakwa juga di sidang bersamaan.

Usai sidang, kedua terdakwa yang diberi kesempatan memberikan tanggapan kompak meminta pengampunan dan keringanan hukuman. Wahyu mengaku sejak awal tak berniat membunuh, namun karena korban berteriak, ia reflek menyerang lantaran takut didatangi warga.

Sementara sang istri, Sari juga meminta keringanan hukuman. Alasannya adalah pertimbangan ada anak yang masih kecil yang jadi tanggungan. “Saya masih punya anak berusia tiga tahun, selain itu saya juga dalam kondisi hamil, jadi saya minta keringanan yang mulia,” pungkasnya.

Sidang rencananya bakal kembali digelar minggu depan. Agenda sidang sidang selanjutnya, adalah pembacaan pledoi secara tertulis dari kedua penasehat hukum terdakwa.

Seperti pernah diberitakan, Elly Marida, 47, guru SMPN 1 Perak ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang (21/12) lalu. Diduga kuat, korban tewas setelah diserang perampok yang menyatroni rumahnya. Pada jasadnya ada beberapa luka yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia. Beberapa luka itu terdapat di dahi cukup lebar dan luka di tangan yang berbentuk sayatan.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia