alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Alat PCR di RSUD Jombang Masih Belum Berfungsi Maksimal

03 Juli 2020, 10: 37: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Alat polymerase chain reaction (PCR) yang dimiliki RSUD Jombang ternyata belum maksimal. Selain tak bisa bekerja full hingga target maksimal, tenaga yang bisa mengoperasionalnya mesin itu juga sangat terbatas. 

“Benar, untuk mesin PCR memang sudah mulai beroperasi. Kalau dikatakan sepenuhnya berjalan juga belum, kita belum berani memakai dengan jumlah sampel banyak,” terang Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran.

Menurutnya, kendala yang kini masih ditemui adalah mengupayakan alat tambahan untuk ekstraksi sampel virus. Pudji menyebut, tahapan ini harus benar-benar dilakukan dengan tepat agar sampel dapat terbaca. “Karena itu kita masih mengupayakan. Karena sebelum masuk alat, sampel partikel virus kan harus tercukupi,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga belum berani menggunakan mesin PCR secara penuh. Dalam satu hari, ia mengaku mesin tersebut hanya bisa digunakan tiga perempat dari kemampuan maksimal. “Kalau sekarang ya mentok 40 orang, maksimal  50 orang saja,” imbuh Pudji.

Padahal, jika dimaksimalkan mesin ini harusnya bisa memeriksa hingga 64 sampel setiap hari. Dengan rincian delapan kali sampel di setiap pengujian. Setiap pengujian berlangsung selama satu jam, ditambah istirahat mesin satu jam setelah pengujian pertama.

“Kalau dua shift kan sudah delapan kali pengujian, artinya 8x8 menjadi 64 sampel. Tapi sekali lagi kita belum berani maksimal, tenaga kita juga terbatas, selain itu khawatir alatnya juga cepat rusak kalau dipaksakan,” rincinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang melalui RSUD Jombang membeli mesin PCR sejak 11 Juni seharga Rp 1.089.050.000. Setelah dua minggu, peralatan itu baru tiba di Jombang. Saat itu juga, RSUD menerima aplikasi dari Litbangkes dan diperbolehkan untuk mendiagnosa Covid-19 mandiri. Alat ini untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Termasuk mendiagnosis penyakit COVID-19 yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia