alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Covid-19 Tembus 257 Kasus, Kabupaten Jombang Masuk Lima Besar Jatim

01 Juli 2020, 14: 38: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Kurva kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jombang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kemarin (30/6), terdapat penambahan dua kasus baru. Sehari sebelumnya, juga ada penambahan 10 kasus baru yang didominasi dari Kecamatan Peterongan.

Penambahan dua kasus positif baru berasal dari Kecamatan Perak dan Kecamatan Ploso. Sedangkan 10 kasus baru, tujuh dari Kecamatan Peterongan, dua dari Kecamatan Sumobito dan satu dari Kecamatan Ngusikan.

Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran menyampaikan, penambahan kasus kemungkinan besar dari pasien reaktif rapid test yang sudah menjalani isolasi di gedung tenis indoor dan Stikes Pemkab Jombang.

”Laporan resmi saya belum terima, namun 80 persen mereka adalah yang kita rawat di gedung tenis indoor dengan hasil rapid test reaktif,” ujar dia. Sebab, puluhan pasien yang menjalani karantina di rumah isolasi itu sudah dilakukan uji swab dan hasilnya telah dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya.

”Kemungkinan hasilnya dikirim Dinkes dulu,” paparnya. Setelah dinyatakan positif, pasien-pasien reaktif yang diisolasi di gedung tenis indoor itu kemudian dipindahkan ke Stikes Pemkab Jombang. Namun jika membutuhkan perawatan medis akan dirawat di RSUD Jombang.

Terkait rencana menambah rumah sakit penyangga juga tetap akan dilakukan. RSNU dan RSI yang sudah mengajukan, akan segera divisitasi. “Sampai saat ini belum, yang menjadwal Dinkes, kita diundang sebagai narasumber, jika sudah layak dan cocok maka akan disetujui jadi rumah sakit penyangga,” beber dia.

Ditanya tentang uji swab dari alat PCR yang dimiliki RSUD Jombang, Pudji sudah mengambil terhadap 50 pasien. Baik terhadap orang tanpa gejala (OTG) maupun pasien dalam pengawasan (PDP). ”Hari ini kita swab 50 orang, namun hasil masih menunggu laporan dari teman-teman,” tandasnya.

Sejak PCR digunakan, pihaknya sudah memulangkan 26 pasien. Sejumlah 11 pasien dinyatakan negatif dan sembuh dari Covid-19 per Sabtu (27/6) dan 16 orang lainnya dipulangkan Senin kemarin (29/6). ”Namun data yang merilis tetap Pemprov Jatim, sehingga kami tidak berani merilis siapa saja yang kami pulangkan,” tegas Pudji.

Sebelumnya, dr Achmad Iskandar Dzulqornain Ketua IDI Jombang, menyebut bertambahnya pasien positif dinilai upaya memutus rantai penularan di Jombang belum maksimal. Tracing yang dilakukan selama ini belum berjalan optimal. “Jadi kemungkinan kontak tracing masih kurang, karena kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” papar dia.

Menurut Iskandar, ketika sudah diketahui hasil uji swab positif langsung dilakukan tracing dengan cepat. “Pertama langsung diisolasi, lalu segera menemukan kontak dengan siapa saja. Ini perlu karena tracing harus dilakukan dengan teliti dan secepatnya,” sambung Iskandar.

(jo/ang/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia