alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak Digelar Hari Ini

01 Juli 2020, 14: 26: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan Elly Marida guru SMP Negeri 1 Perak.

Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan Elly Marida guru SMP Negeri 1 Perak. (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21, dua terdakwa kasus pembunuhan Elly Marida guru SMP Negeri 1 Perak terus berjalan. Sesuai jadwal, hari ini digelar sidang tuntutan.

”Sesuai jadwal besok (hari ini, Red) dilanjutkan sidang pembacaan tuntutan,” terang Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Tedhy Widodo, kemarin.

Dijelaskan, sebelumnya dua terdakwa Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21, telah menjalani sidang pemeriksaan terdakwa. Dari pengakuan yang disampaikan di depan majelis hakim, kedua terdakwa yang juga pasangan suami istri ini tidak ada niat membunuh. ”Jadi awalnya niatnya hanya ingin mencuri,” bebernya.

Disinggung terkait pisau yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban, Tedhy menyebut itu terungkap dalam persidangan. ”Jadi pengakuan terdakwa pisau itu pinjam, dibawa untuk menakut-nakuti,” bebernya.

Nahas, saat pelaku mengambil HP dan uang milik di rumah korban, aksinya tepergok. ”Terus korban meneriakinya maling, pelaku langsung menyerang. Korban Ditusuk dan juga kepalanya dihantam dengan batako dan membuat korban meninggal,” bebernya.

Ditanya materi tuntutan jaksa penuntut umum, Tedhy menyebut sudah siap. ”Materi tuntutan kita sudah siap. Sidang masih menggunakan sistem virtual,” singkat Tedhy.

Sebelumnya, warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak dihebohkan kematian Elly Marida guru SMP Negeri 1 Perak yang ditemukan tewas dengan penuh luka di tubuhnya.

Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengendus identitas Wahyu Puji Winarno, 30, dan Sari Wahyu Ningsih, 21. Pasutri yang juga warga Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak tega menghabisi nyawa korban lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Dalam menjalankan aksinya, pasutri ini datang ke rumah korban dengan berpura-pura mencari tempat kos. Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 339 subsidair 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia