alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Insentif Tenaga Kesehatan Covid-19 di Jombang Terlambat Hingga Juli

01 Juli 2020, 13: 28: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Pemberian insentif tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di Jombang, lambat. Alasannya, pengajuan baru selesai dan baru di-ACC. Sehingga insentif untuk tenaga medis dan paramedis yang sedianya untuk bulan Juni terlambat cair.  

Dr Pudji Umbaran, direktur RSUD Jombang menjelaskan, jika keterlambatan pembayaran insentif ini karena adanya pengajuan baru. Sebelumnya pengajuan dilakukan tiga bulan Maret-April-Mei. “Kemarin kita hanya mengajukan sampai bulan Mei, setelah itu kami mengajukan kembali dan sudah di-ACC, secepatnya akan diterimakan,” ungkapnya.

Perpanjangan insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan itu, lanjut dia, disesuaikan dengan perpanjangan masa darurat Covid-19 di Jombang. Yaitu hingga Juli ini. Sehingga pengajuan dilakukan dua bulan yaitu Juni-Juli. Seandainya di tengah perjalanan Juli nanti masa darurat diperpanjang, maka pihaknya akan mengajukan ulang.

“Semoga saja tidak diperpanjang dan Covid-19 di Jombang segera membaik,” tambahnya. Jumlah insentif yang diberikan ke masing-masing tenaga medis dan paramedis sesuai dengan pagu semula karena menyesuaikan kemampuan anggaran. Yakni seperlima dari ketentuan Kementerian Kesehatan.

Untuk dokter spesialis misalnya pada ketentuan tertinggi seharusnya mendapat Rp 15 juta, tapi di Jombang hanya mampu Rp 3 juta perbulan. Bgeitu juga dokter umum menerima Rp 2 juta, tenaga perawat Rp 1 juta, cleaning service Rp 500 ribu dan tenaga lain seperti analis, radiografer dan forensik menerima masing-masing Rp 750 ribu perbulan.

Meski begitu, pengajuan baru yang dilakukan kali ini bertambah seiring dengan banyaknya pasien yang ditangani. Termasuk penambahan nakes di rumah isolasi baik di Stikes Pemkab Jombang maupun gedung tenis indoor. “Karena tenaga kesehatan yang kita libatkan juga bertambah, sehingga pagu yang diusulkan bertambah, tapi nilai yang diterimakan tetap,” tambahnya.

Bila sebelumnya insentif nakes di tempatnya terserap sekitar Rp 170 untuk 100 orang lebih, baik tenaga medis maupun paramedis. Jumlah ini hanya untuk nakes yang bertugas di RSUD Jombang. Setelah ada penambahan rumah isolasi di Stikes dan gedung tenis indoor, maka insentif yang dicairkan lebih banyak sebesar 225 juta. Karena di dua rumah isolasi itu nakes yang dilibatkan juga banyak sekitar 100 orang.

“Untuk pengajuan Juni-Juli juga ditambah sekitar Rp 300 juta, sebagai antisipasi bila nanti ada penambahan nakes baru yang dilibatkan,” beber Pudji. Ia menyebut, nakes yang terlibat dalam penanganan Covid-19 baik di RSUD Jombang, Stikes Pemkab dan gedung tenis indoor menerima insentif yang sama.

“Karena Stikes Pemkab dan Indoor kepanjangan dari ruang isolasi RSUD Jombang. Kalau Aparma menjadi tanggungjawab RSUD Ploso. Tapi nominalnya sama semua,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insentif nakes diberikan dengan hitungan mulai penugasan bulan Maret. Pemberian insentif tahap pertama baru dilakukan Mei sebelum lebaran, untuk dua bulan yaitu Maret dan April. Kemudian insentif bulan Mei diberikan akhir bulan Mei.

Insentif tenaga medis dan paramedis yang masuk tim perawatan Covid-19 di Jombang ini  diberikan seperlima dari ketentuan tertinggi pemerintah.  Ketentuan seperlima itu disesuaikan dengan  kemampuan APBD Kabupaten Jombang. Jika dokter spesialis di ketentuan tertinggi diberi Rp 15 juta, Jombang hanya mampu Rp 3 juta perbulan.

Begitu juga insentif dokter umum dalam ketentuan tertinggi Rp 10 juta, Jombang hanya mampu Rp 2 juta. Sedangkan perawat diberikan Rp 1 juta, cleaning service Rp 500 ribu dan tenaga paramedis lain seperti analis, radiografer dan forensik, masing-masing Rp 750 ribu perbulan.

Meski nilainya tak sesuai dengan ketentuan tertinggi, insentif diberikan sejak penugasan pertama adanya pasien Covid-19, yaitu bulan Maret. Sehingga insentif pertama diberikan dua bulan berturut-turut.  Insentif ini hanya diberikan kepada tenaga medis dan paramedis yang bertugas untuk merawat pasien Covid-19.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia