alexametrics
Rabu, 05 Aug 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tambah 23 Orang, Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh di Jombang Melejit

01 Juli 2020, 13: 26: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Kabar baik datang dari pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Jombang dan rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang kemarin (30/6). Ini setelah 23 pasien dinyatakan sembuh total baik klinis maupun laboratoris. Sehingga pasien yang sembuh ini dipulangkan.

Data yang dihimpun dari laman dinkes.jombangkab.go.id menyebutkan, total pasien sembuh ada 23 orang. Penambahan pasien sembuh ini paling banyak berasal dari Kecamatan Sumobito 14 orang. Disusul tiga dari Kecamatan Peterongan, tiga dari Kecamatan Jogoroto, satu dari Kecamatan Diwek, satu dari Kecamatan Megaluh dan satu lainnya dari Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Meski begitu, masih ada penambahan kasus positif baru dua yakni dari Kecamatan Perak dan Kecamatan Ploso. Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Jombang menjadi 257 orang. Dengan rincian pasien sembuh 47 orang, dalam perawatan 191 orang dan meninggal dunia 19 orang.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan penambahan kasus sembuh yang cukup banyak. ”Alhamdulillah, untuk pasien sembuh memang kami akui cukup banyak hari ini,” ujar dia kemarin.

Dijelaskan, 23 pasien sembuh itu datang dari RSUD Jombang dan rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang. Saat ditanya rincian pasien yang sembuh ini ia mengaku tidak hafal baik di RSUD Jombang maupun di rumah isolasi Stikes Pemkab Jombang. ”Yang jelas dari dua tempat itu,” tambahnya.

Saat ini, 23 pasien yang dinyatakan sembuh total, sudah dipulangkan ke rumah masing-masing secara bertahap mulai kemarin. Pemulangan pasien sembuh sendiri memang tidak perlu menunggu rilis data pasien dari Pemprov Jatim. ”Sehingga kami bisa menata tempat pelayanan di RSUD maupun di Stikes,” papar dia.

Diakui, penambahan pasien sembuh cukup banyak itu berkat dari alat uji swab polymerase chain reaction (PCR) milik RSUD Jombang. Sehingga, tes pasien Covid-19 lebih cepat dan tidak perlu menunggu dari Pemprov Jatim. Tak hanya itu, Selasa (30/1) kemarin, pihaknya juga melakukan uji swab terhadap 40 pasien yang dirawat di beberapa rumah isolasi. ”Namun hasil belum kami ketahui secara keseluruhan,” pungkasnya.

Bayi Positif Covid-19 Dipulangkan

BAYI berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Ngoro yang terkonfirmasi positif Covid-19 akhirnya dipulangkan. Selain kondisinya bagus dan stabil, bayi yang diketahui berstatus orang tanpa gejala (OTG) ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Setelah dirawat cukup lama, akhirnya kita pulangkan. Karena kondisinya bagus dan stabil,” ujar Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran kemarin (30/6). Ia menjelaskan, bayi tersebut dipulangkan dua hari lalu. Meski begitu sebelum dipulangkan, si bayi terlebih dahulu menjalani uji swab dua kali.

Uji swab itu kemudian dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. ”Sudah kami kirim swab-nya namun sampai sekarang hasil belum turun,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan alasan dipulangkannya si bayitersebut  untuk memudahkan perawatan dengan sang ibu. Setelah bayi yang terkonfirmasi Covid-19 sejak berumur tiga hari itu dirawat terpisah dari sang ibu. ”Alasannya pertama bayi harus dekat dengan ibunya, sehingga bayi lebih stabil dan tidak sering menangis,” tambahnya.

Alasan lain, kata Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 ini, karena masih balita sehingga ketika dilakukan isolasi mandiri di rumah, tidak ada kekhawatiran bepergian atau keluyuran laiknya orang dewasa. ”Jadi si bayi ini menjalani isolasi mandiri bersama ibunya, dengan catatan harus tetap meminimalkan kontak dengan si bayi,” papar dia.

Terhadap ibu bayi, Pudji mengaku sudah memberikan pelatihan terkait penanganan si jabang bayi selama di rumah. Paling utama adalah wajib menggunakan sarung tangan saat memegang bayi, bermasker serta menghindari cipratan droplet yang keluar dari bayi. ”Terutama tidak boleh bersentuhan langsung karena saat ini swab belum keluar, jadi bayi masih dalam status positif,” paparnya.

Pihaknya kembali menegaskan, sebelumnya RSUD Jombang telah memulangkan ibu dan bayi satunya asal Kecamatan Ngoro setelah hasil uji swab keduanya negatif dua kali berturut-turut. ”Ibunya melahirkan bayi kembar, kemudian ketiganya kita uji swab dan hanya satu yang positif. Kemudian bayi dan satu anaknya kita pulangkan,” pungkas Pudji.

Dewan Nilai Penanganan Belum Optimal

SEMENTARA itu, Komisi C dan Komisi D DPRD Jombang memanggil Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Jombang dan Direktur RSUD Ploso, kemarin (30/6). Pemanggilan ini terkait dengan  penanganan Covid-19 yang dinilainya belum optimal.

“Sampai saat ini penanganan Covid-19 belum optimal. Makanya kami mendesak ada perubahan terobosan baru dalam penanganan,” ujar Mustofa, anggota Komisi D. Sejauh ini, tindakan yang telah diambil tim gugus tugas penanganan percepatan (Gugas PP) Covid-19 hanya berpusat pada tracing. Namun tanpa dibarengi dengan penanganan untuk kesembuhan.

“Padahal jumlah angkanya kini telah mencapai 257 orang,” ujarnya menambahkan. Cukup disayangkan, dengan ketersediaan anggaran yang cukup besar seharusnya dapat dialokasikan untuk membuat terobosan dalam hal tindakan. Mulai dari menyediakan ruang atau tempat isolasi, menggandeng rumah sakit swasta untuk turut memberikan pelayanan.

Meski begitu, dia tetap mengapresiasi banyaknya angka kesembuhan yang sudah dilaporkan. Ke depan, diharapkan angka kesembuhan terus bertambah banyak. “Harus diakui jika rumah sakit swasta yang mau turut serta awalnya tidak ada. Baru setelah kita warning, mereka tergerak untuk berperan dalam penanganan,” terang dia.

Karena itulah anggota dewan menekankan peningkatan penanganan pasien. Penanganan ini sebagai wujud tindak lanjut setelah ada langkah tracing besar-besaran. “Sudah waktunya kita harus berkonsentrasi dalam penanganan, bukan hanya pada sisi pencegahan,” tegas Mustofa.

Kepala Dinkes Jombang, drg Subandriyah mengatakan, ada empat tugas tindakan yang dilakukan yaitu promotif, preventif, testing dan tracing. Untuk tahapan treatment atau perawatan, lanjutnya menjadi kewenangan penuh pihak RSUD Jombang. “Sejauh ini apa yang dilakukan sudah sesuai ketentuan,” bebernya.

Ia menegaskan, Dinkes telah melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan awal. Pun juga dengan tracing dengan cara menggelar rapit test masal yang dilakukan selama ini, sebagai upaya pencegahan. “Tujuan tracing dari awal memutus mata rantai penyebaran virus. Sekaligus mengajarkan masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan,” pungkas dia.

RSUD Ploso Mulai Penuh

DI tempat lain, ruang isolasi RSUD Ploso mulai dipenuhi pasien Covid-19. Total ada 39 pasien. Meski begitu, hingga petang kemarin (30/6), RSUD Ploso belum memindahkan pasien ke rumah isolasi ketiga di Aparma Unipdu.

Sementara kapasitas maksimal RSUD Ploso sebenarnya hanya 35 tempat tidur. Namun karena banyak yang membutuhkan perawatan, akhirnya pengaturan ruang dilakukan dan bisa menampung maksimal hingga 42 pasien.

“Tadi pagi laporan yang masuk ada 42 pasien yang dirawat, siang dua pasien dinyatakan sembuh dan dipulangkan, tinggal 40, sore ada yang meninggal satu orang. Jadi sekarang ada 39 yang masih dirawat,” kata dr Iskandar Dzulqornain, Direktur RSUD Ploso kemarin.

Menurutnya, dokter membutuhkan waktu untuk analisis kondisi pasien sebelum dipindahkan ke rumah isolasi. “Sampai sore ini belum ada laporan, dokter penanggungjawab bilang kalau masih akan menganalisa kondisi fisik pasien,” tambah dia.

Standar untuk memindahkan pasien ke rumah isolasi yaitu sehat secara klinis. Hasil ronsen bagus, tidak ada keluhan, namun masih belum dinyatakan negatif Covid-19. Namun kebijakan memindahkan pasien ke rumah isolasi merupakan kebijakan masing-masing rumah sakit.

“Semua rumah sakit bisa mengirim pasien, namun harus diseleksi dulu mana yang sudah sehat secara klinis, mana yang masih butuh perawatan,” pungkas Iskandar yang sekaligus ditunjuk menjadi penanggungjawab rumah isolasi Aparma Unipdu.

(jo/ang/yan/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia