alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Telusuri SKD Fiktif, Cabdisdik Jatim di Jombang Bentuk Tim Verifikasi

30 Juni 2020, 18: 29: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Elfian Rosadi Kasi SMK Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang

Elfian Rosadi Kasi SMK Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Imbauan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar siswa tak menggunakan surat keterangan domisili (SKD) palsu tak sekedar gertakan sambal. Seluruh daerah sekarang diminta melakukan verifikasi ulang terkait SKD yang diunggah siswa saat pendaftaran PPDB SMKN/SMAN yang baru berakhir.

Elfian Rosadi Kasi SMK Cabdin Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang membenarkan hal ini. Pihaknya menerima instruksi dari Dinas Pendidikan Jatim terkait verifikasi ulang SKD yang diunggah siswa. ”Kami diminta membentuk tim guna melakukan verifikasi SKD yang di unggah oleh siswa,” ujar dia kemarin (29/6).

Tim verifikator SKD itu nanti akan melakukan kroscek ke tempat tinggal siswa hingga menanyakan ke RT/RW yang mengeluarkan surat keterangan domisili tersebut. ”Sesuai apa tidak, kalau tidak,akan kita tindak sesuai petunjuk teknis dan juklak PPDB,” tambahnya.

Di Jombang sendiri, masih akan ditelusuri indikasi penggunaan SKD fiktif. Sebagai contoh, siswa yang jarak rumah ke sekolah sejauh 10 kilometer. Apabila setahun sebelum PPDB siswa pindah domisili ke daerah yang jaraknya dekat dengan sekolah. ”Nah, kalau ada seperti itu apakah masuk akal, apa mungkin. Dan kita akan lakukan verifikasi yang SKD seperti itu,” papar dia.

Jika di Jombang benar-benar ditemukan SKD fiktif, pihaknya akan melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan penindakan. Sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. ”Risikonya nanti kita minta mengundurkan diri,” tandasnya.

Apakah sejauh ini ada temuan? Elfian menyebut masih berproses. Pihaknya mengatakan, butuh waktu hingga tiga hari untuk melakukan verifikasi terhadap berkas PPDB yang diunggah siswa. ”Tiga hari ke depan kita minta laporan untuk merekap dan mengkroscek sesuai data asli, khsususnya yang ditengarai ada kejanggalan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mewanti-wanti calon peserta didik baru agar tidak menggunakan dokumen fiktif atau berkas palsu untuk persyaratan pendaftaran. Terutama terkait dengan surat keterangan domisili yang menjadi syarat pendaftaran jalur zonasi. Setiap berkas yang diunggah siswa secara online, akan melalui tahapan verifikasi secara ketat.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia