alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Rumah Isolasi Ketiga di Aparma Unipdu Hari Ini Mulai Ditempati

30 Juni 2020, 18: 14: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

PANTAU KESIAPAN: Bupati Mundjidah Wahab memantau kesiapan Aparma Unipdu sebagai rumah isolasi pasien Covid-19 kemarin.

PANTAU KESIAPAN: Bupati Mundjidah Wahab memantau kesiapan Aparma Unipdu sebagai rumah isolasi pasien Covid-19 kemarin. (IST/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Mulai hari ini (30/6), apartemen mahasiswa (Aparma) Unipdu Jombang akan ditempati sebagai rumah isolasi ketiga untuk pasien kategori orang tanpa gejala (OTG) dan reaktif rapid test. Pagi kemarin (29/6), Bupati Mundjidah Wahab memastikan kesiapan ruang sebelum ditempati.

Kedatangan bupati beserta jajaran sekitar pukul 10.00 didampingi Wakil Rektor Unipdu Zulfikar As’ad (Gus Ufik) dan KH Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zuem) Ketua Yayasan Unipdu. Beberapa jajaran dari aparat TNI maupun Polri juga terlihat. Bupati memantau sejumlah fasilitas mulai tempat tidur, kamar mandi hingga fasilitas penunjang.

”Insya Allah mulai besok (hari ini, Red) akan mulai ditempati,” ujar Gus Ufik kepada Jawa Pos Radar Jombang. Dia menambahkan, kesiapan Aparma sebagai rumah isolasi sudah 99 persen. Mulai tenaga kesehatan, petugas yang berjaga hingga standart pelayanan sesuai protokol kesehatan. ”Untuk tenaga kesehatan baik dari perawat maupun petugas kami siapkan 15 orang, mereka akan dibagi menjadi tiga shift,” tambahnya.

Untuk kebutuhan makan dan minum, sesuai hasil koordinasi akan disiapkan Unipdu. ”Untuk makan dan minum dari kita, namun kita tetap koordinasi dengan Pemkab Jombang,” papar dia. Selain ada fasilitas tambahan berupa TV, di Aparma juga tersedia fasilitas wifi untuk petugas maupun pasien yang menjalani isolasi.

Sejak beberapa hari kemarin, pihaknya mengadakan bimtek secara intensif dengan IDI terkait penggunaan APD, alur pelayanan pasien hingga penanganan. ”Semuanya Insya Allah sudah siap,” tegas Guz Ufik.

Bupati Mundjidah Wahab mengapresiasi insiatif Unipdu yang menyediakan Aparma sebagai rumah isolasi ketiga. ”Kita akan memberi dukungan sepenuhnya karena Unipdu telah mempersiapkan rumah isolasi. Aparma akan kita gunakan untuk pasien reaktif rapid test maupun masih OTG,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain meminta pengawasan karantina lebih ditingkatkan. ”Saya kira kondisi sebagai tempat isolasi sangat layak dan bagus,” ujarnya. Terlebih ruangan kamar cukup luas dan jarak antar bed sudah mengikuti kaidah protokol kesehatan, yakni berjarak lebih 1,5 meter.

Tidak hanya itu, keberadaan air menurutnya bisa memenuhi semua kebutuhan warga yang dikarantina. ”Tadi saya lihat ada dua tandon sangat besar di lantai 3, kemungkinan besar sudah bisa memenuhi kebutuhan,” katanya. Kendati demikian,  pengawasan tidak boleh lemah, agar semua bisa bekerja maksimal.

”Tadi saya lihat ada tamu masuk, dan sudah dijelaskan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sehingga pengawasan harus lebih ditingkatkan. Dan ini butuh kesadaran para penghuni sendiri,” ungkapnya.

Dirinya juga melihat, di beberapa sudut ruangan sudah dilengkapi CCTV yang akan memudahkan pengawasan. ”Adanya fasilitas seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Iskandar.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia