alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pemkab Jombang Diminta Tindak Tegas Pengembang Tower Nakal

29 Juni 2020, 17: 50: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas pembangunan menara seluler tak berizin di Dusun Becek, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak.

Aktivitas pembangunan menara seluler tak berizin di Dusun Becek, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Aktivitas pembangunan menara seluler tak berizin di Dusun Becek, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak tak luput dari sorotan dewan. Para wakil rakyat meminta pemkab lebih tegas menindak oknum pengembang tower nakal.

”Memang kejadian ini terus berulang, apabila tidak dilakukan tindakan tegas maka akan menjadi preseden buruk bagi Pemkab Jombang,” ujar Kartiyono, Sekretaris Komisi A DPRD Jombang kemarin.

Bukan kali ini saja dirinya mendapati laporan warga terkait pembangunan tower yang menabrak prosedur. Anehnya, kejadian ini terus saja terulang. ”Sama halnya mereka meremehkan  pemerintah Jombang, karenanya yang seperti ini harus ditindak tegas,” bebernya.

Terkait pendirian tower di Dusun Bacek, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak sudah mendapat protes warga, akan tetapi aktivitasnya jalan terus, sebab pengawasan dari dinas juga lemah. ”Ini harus menjadi bahan evaluasi serius ke depannya. Sebab, yang seperti ini sudah sering terjadi,” imbuhnya.

Tidak hanya pendirian tower baru, Kartiyono juga meminta pemkab melakukan pengawasan ketat terkait keseluruhan perizinan tower di Jombang. ”Jangan-jangan banyak izinnya yang sudah kedaluwarsa tapi tetap berdiri,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pembangunan tower selular di Dusun Bacek, Desa Gandingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang disoal warga. Pasalnya, pembangunan tower diduga kuat belum mengantongi izim. Bahkan warga sekitar menolak pembangunan tower itu.

Menurut salah seorang warga Eko Putra, ia beserta warga lainnya sengaja menolak berdirinya tower seluler lantaran takut terdampak radiasi dan menggangu kesehatan. ”Kami takut bahaya radiasinya,” ujarnya kemarin.

Lebih dari itu, ia menduga pembangunan tower masih belum mengantongi izin. Ia mengakui, beberapa waktu lalu memang sempat ada sosialisasi berdirinya tower di tempat tinggal warga. Baru sekali sosialisasi dilakukan, pembangunan tower langsung dikerjakan. ”Tiba-tiba kemudian sudah ada penggalian, dan pekerjaan dimulai,” ungkapnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia