alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Positif Covid-19 di Jombang Terus Bertambah, Capai 246 Kasus

29 Juni 2020, 15: 50: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi, Covid-19.

Ilustrasi, Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Persebaran kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jombang belum menunjukkan tanda-tanda terjadi penurunan. Sebaliknya, kasusnya terus bertambah.

Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, per Minggu (28/6) pukul 15.00 WIB ada tambahan dua pasien positif, sehingga total kumulatif mencapai 246 kasus.

Data yang dihimpun dari laman resmi Dinkes Jombang menyebutkan, dua tambahan berasal dari Kecamatan Peterongan. Sehingga kumulatif di kecamatan itu ada 63 orang positif.

Kasus meninggal pun demikian. Dari rilis tersebut menyebutkan, satu orang dari Kecamatan Diwek meninggal. Secara kumulatif hingga kemarin petang, di Jombang ada 19 kasus meninggal. Sementara jumlah pasien sembuh 24 orang. “Kalau sudah di-upload ya sudah benar ada tambahan,” Budi Winarno Humas Gugas PP Covid-19 Jombang.

Budi sendiri belum bisa memastikan tambahan dua orang itu  kini diisolasi di lokasi mana. “Jadi saya belum tahu apakah tambahan ini OTG atau PDP. Kalau OTG berarti sudah di Stikes, kalau PDP otomatis di rumah sakit,” pungkas Budi singkat.

Terpisah, bertambahnya kasus positif mendapat respons dr Achmad Iskandar Dzulqornain Ketua IDI Jombang. Menurutnya, terus bertambahnya kasus positif Covid-19 di kabupaten Jombang menunjukkan upaya memutus rantai penularan belum maksimal.

“Jadi kalau dilihat kasus masih bertambah, apalagi kemarin jumlah tambahannya banyak, ya jelas upaya memutus rantai penularan belum berjalan baik,” ungkap Iskandar.

Menilik itu lanjut dia, diperkirakan tracing belum berjalan optimal. “Jadi kemungkinan kontak tracing masih kurang, bisa jadi karena kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan,” papar dia.

Menurut Iskandar, ketika sudah diketahui hasil uji swab positif, langsung dilakukan tracing dengan cepat. “Pertama langsung diisolasi, lalu segera menemukan kontak dengan siapa saja. Ini perlu, karena tracing ini harus dilakukan dengan teliti, dan secepatnya,” sambung Iskandar.

Sebab masih menurut Iskandar, yang dihadapi punya kehidupan sosial yang tidak sama. “Bisa dibayangkan, ketika yang positif ini orangnya aktif, dalam sehari bisa ketemu sampai puluhan orang. Sehingga tracing ini menjadi sangat penting,” pungkas Iskandar.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia