alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Sistem Zonasi, 7 SMP di Pinggiran Jombang Tetap Kekurangan Pendaftar

29 Juni 2020, 15: 41: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: PPDB SMP Kabupaten Jombang

ILUSTRASI: PPDB SMP Kabupaten Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Hingga hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP diumumkan, Minggu (28/6) kemarin, masih ada tujuh SMPN di Kabupaten Jombang yang kurang pendaftar. Ketujuh sekolah tersebut rata-rata SMP pinggiran.

Rhendra Kusuma, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K ) Jombang mengatakan, seleksi PPDB jenjang SMP sudah ditutup Sabtu (27/6) pukul 15.00. ”Setelah itu kita umumkan hari ini (kemarin,red),” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari total 45 SMPN di Jombang, terdapat tujuh sekolah yang masih kurang pendaftar. Tujuh sekolah itu di antaranya, SMPN 1 Megaluh kurang 53 pendaftar, SMPN 2 Gudo kurang 13 pendaftar, SMPN 1 Wonosalam kurang 29 pendaftar, SMPN 2 Wonosalam kurang 19 pendaftar, SMPN 1 Ngusikan kurang 17 pendaftar, SMPN 1 Plandaan kurang 42 pendaftar dan SMPN 2 Plandaan kurang enam pendaftar. ”Setelah kita rekapitulasi, terdapat tujuh sekolah yang pagunya belum terpenuhi,” tambahnya.

Karena pagu belum terpenuhi, Dinas P dan K berencana mengadakan pemenuhan pagu pada (6-7/7) mendatang. ”Jadi sesuai dengan juknis PPDB, bagi sekolah yang kekurangan pagu minimal enam, akan kita lakukan. Dan hasil rapat kami, tujuh sekolah tersebut rata-rata lebih dari enam kekurangannya,” tandasnya.

Sehingga, pemenuhan pagu juga diharapkan dapat memberikan kesempatan peserta didik yang tidak lolos di sekolah yang mereka tuju sebelumnya. ”Karena masih ada banyak yang belum lolos. Ini  kesempatan mereka untuk bisa mendaftar kembali,” papar dia.

Rhendra menyebut, pemenuhan pagu hanya dilakukan melalui satu jalur saja, yakni jalur zonasi dengan pilihan satu sekolah. ”Pendaftaran dilakukan full online, dengan syarat calon peserta didik memiliki PIN (Personal Identification Number) dan belum diterima di PPDB utama, atau calon peserta didik yang sudah punya PIN dan belum mendafar pada seleksi PPDB utama,” terangnya.

Sedangkan, bagi siswa yang diterima pada PPDB utama, diwajibkan melakukan daftar ulang atau pemberkasan secara online. ”Sesuai jadwal, kita adakan tanggal 1 dan Juli,” pungkas Rhendra.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia