alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dalam Tiga Hari, Positif Covid-19 di Jombang Tambah 32 Kasus Baru

28 Juni 2020, 15: 00: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Kabupaten Jombang kembali mendapat  tambahan kasus positif Covid-19. Dalam tiga hari, tercatat ada 32 kasus baru.

Dimulai Kamis (25/6) lalu, jumlah pasien positif baru tercatat mencapai tiga orang dan berasal dari tiga kecamatan berbeda. Masing-masing Kecamatan Tembelang, Jombang dan Kecamatan Perak satu orang.

Kemudian berlanjut Jumat (26/6) lalu, terdapat 15 kasus baru. Data yang dihimpun melalui laman dinkes.jombangkab.go.id, penambahan kasus baru didominasi Kecamatan Peterongan sebanyak sembilan orang. Disusul Kecamatan Sumobito tiga orang, Kecamatan Jombang satu orang, Kecamatan Ploso satu orang dan Kecamatan Mojoagung satu orang.

Sedangkan Sabtu (27/6) kemarin, ada 14 tambahan kasus baru. 14 pasien positif ini berasal dari delapan kecamatan. Kecamatan Mojowarno mencatatkan penambahan paling tinggi, sebanyak 4 kasus. Kecamatan Jombang mencatatkan tambahan tertinggi kedua, dengan tiga kasus baru.

Selanjutnya Kecamatan Tembelang masuk di posisi tiga penambahan terbesar dengan dua tambahan pasien terkonfirmasi. Lima kecamatan lainnya mencatatkan masing-masing satu tambahan pasien. Yakni Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Sumobito, Kecamatan Diwek dan Kecamatan Gudo.

Dikonfirmasi terpisah, dr Pudji Umbaran Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang membenarkan penambahan pasien terkonfirmasi positif baru. “Namun ada juga yang sembuh, jumlahnya enam pasien. Dari Sumobito, Jombang, Kesamben, Ngusikan, masing-masing satu orang. Lalu Diwek dua orang,” katanya.

Dengan tambahan 32 kasus positif baru ini, secara kumulatif Kabupaten Jombang tercatat memiliki 244 kasus. Sementara pasien sembuh seluruhnya tercatat 24 orang. Sementara 14 orang lainnya meninggal dunia.

 

Usulkan Bantuan Keluarga Pasien yang Isolasi

SEMENTARA itu, keluhan kondisi perekonomian keluarga yang harus menjalani karantina di rumah isolasi, direspon pihak Gugas PP Covid-19 Jombang. Keluarga yang menjalani karantina itu akan diusulkan mendapatkan bantuan.

“Tetap dialokasikan dalam bentuk bantuan sosial, ini masih dalam pembahasan seperti apa teknisnya nanti, kita masih cari pijakan yang pas,” ucap Budi Winarno, Humas Gugas PP Covid-19 Jombang kemarin.

Ia menjelaskan, bantuan sosial kepada keluarga terdampak, termasuk keluarga yang harus menjalani masa isolasi karena terduga Covid-19 merupakan bagian yang harus dilakukan. Apalagi keluarga yang terpapar juga harus menjalani isolasi mandiri.

Belum ditentukan bantuan yang akan diberikan itu berbentuk uang tunai atau kebutuhan dasar seperti makan dan minum. Termasuk kapan akan diberikan dan teknisnya seperti apa. “Yang jelas masih dalam pembahasan, entah nanti diberikan dalam bentuk tunai atau  pangan,” tambahnya.

Ia menyebut, adanya kampung tangguh di desa-desa juga bisa mengambil peran, seperti membantu keluarga yang anggota keluarganya kini sedang menjalani proses isolasi. Masyarakat bisa bahu membahu dengan memberi bantuan pangan.

“Tapi Pemda tidak melepas begitu saja, artinya tetap memikirkan agar keluarga yang terpapar masih tercukupi kebutuhan pangannya,” pungkas Budi.

Sebelumnya, sejumlah anggota pasien mengeluhkan langkah Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19 yang melakukan karantina terhadap warga hasil rapid test reaktif. Sebab, selama dikarantina tak ada yang bertanggungjawab mengenai kondisi ekonomi keluarga mereka.

(jo/ang/riz/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia