alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Tower di Gadingmangu Disoal Warga

28 Juni 2020, 14: 01: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pembangunan tower selular di Dusun Bacek, Desa Gandingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang yang disoal warga.

Pembangunan tower selular di Dusun Bacek, Desa Gandingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang yang disoal warga. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pembangunan tower selular di Dusun Bacek, Desa Gandingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang disoal warga. Pasalnya, pembangunan tower diduga kuat belum mengantongi izim. Bahkan warga sekitar menolak pembangunan tower itu.

Menurut salah seorang warga Eko Putra, ia beserta warga lainnya sengaja menolak berdirinya tower seluler lantaran takut terdampak radiasi dan menggangu kesehatan. “Kami takut bahanya radiasinya,” ujarnya kemarin. Lebih dari itu, ia menduga pembangunan tower masih belum mengantongi izin lantaran proses pengerjaan yang sangat cepat.

Ia mengakui, beberapa waktu lalu memang sempat ada sosialisasi berdirinya tower di tempat tinggal warga. Baru sekali sosialisadi dilakukan, pembangunan tower langsung dikerjakan. ”Tiba-tiba kemudian sudah ada penggalian, dan pekerjaan dimulai,” ungkapnya.

Karena itulah warga sepakat melakukan penolakan tower dengan alasan apapun. Terlebih, lokasi pembangunan juga sangat berdekatan dengan pemukiman warga. Termasuk ada yang berada di halaman sekolah dan halaman masjid. ”Lokasinya sangat dekat dengan lingkungan pemukiman warga,” beber dia.

M Golkar Kepala Desa Gandingmangu mengatakan, pembangunan tower itu baru dikerjakan. Ia menyebut pihak pelaksana pembangunan tower sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat desa. ”Kalau tidak salah sudah tiga kali sosialisasi di dusun dan satu kali di desa,” terangnya.

Dalam analisanya, warga yang rumahnya berada di radius 47 meter dari tower, sudah menyampaikan persetujuan. Karena nanti ketinggian tower sekitar 47 meter. Sementara  beberapa warga yang rumahnya di luar radius, jelas tidak setuju. ”Yang tidak setuju itu warga yang di luar radius,” tambah dia.

Saat disinggung terkait proses perizinan, dirinya mengaku tidak tahu pasti. Apakah proses pengurusan izin sudah selesai atau justru sebaliknya.  

Hasil pantauan koran ini di lokasi, nampak ada empat pekerja sibuk dengan tugas masing-masing. Selain  membuat pondasi, diantara mereka ada yang mengerjakan pembangunan pagar tower. Terlihat rangka besi tertumpuk di area pembangunan. ”Ya ini rencananya mau bangun tower,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebut namanya.

Dikatakan, pembangunan tower baru dilakukan beberapa hari sehingga dirinya tidak tahu apakah pihak pelaksana sudah mengurus izin atau belum. ”Kalau masalah izin kami tidak tahu, kami hanya pekerja,” tegasnya. Sepengetahuan dirinya, pembangunan tower ditarget tiga bulan selesai.

Sementara itu, Bambang pelaksana PT Prolindo ketika dikonfirmasi mengakui proses perizinan masih berjalan. ”Untuk pekerjaan baru satu minggu, pembangunan akan dilanjut setelah izin selesai,” ujarnya kemarin (27/6). Saat diingatkan ada pekerjaan yang sedang berlangsung, pihaknya berdalih tidak tahu.

”Ya nanti kita hentikan dulu pekerjaan, kita selesaikan izinnya,” tambahnya. Kembali ditanya terkait proses perizinan, Bambang tidak bisa memberi penjelasan pasti. Ia hanya menyebut akan berkoordinasi dengan tim yang mengurus perizinan. ”Nanti saya klarifikasi dulu ke kantor sejauh mana proses perizinannya,” pungkasnya.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia