alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events
Edisi Khusus Ulang Tahun ke-6

Kesan Para Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang (32); Slamet Santoso

Tiga Kali Pindah Rumah, Jawa Pos Tetap Ikut

28 Juni 2020, 13: 44: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Slamet Santoso, 67, salah satu pelangganan koran Jawa Pos hingga sekarang.

Slamet Santoso, 67, salah satu pelangganan koran Jawa Pos hingga sekarang. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bagi beberapa orang, Jawa Pos sudah jadi bagian dari kehidupan rutin setiap hari. Sebagaimana dirasakan Slamet Santoso, 67. Saking cintanya, tiga kali ia tercatat pindah rumah, langganan koran Jawa Pos tetap ia pertahankan hingga sekarang.

JOMBANG - Di tengah hiruk pikuk pembeli yang memenuhi toko sepedanya pagi itu, seorang pria terlihat sibuk di meja kerja. Matanya fokus menatap pada lembaran koran. Sesekali, konsumen yang membayar dan karyawan yang berkoordinasi, menghentikan rutinitas baca koran. Kegiatan membaca kembali ia lanjutkan setelah semua beres.

Begitulah  sehari-hari Slamet Santoso, pembaca setia Jawa Pos yang seorang pengusaha sepeda di Jl KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur Jombang. Ia mengaku tak lengkap jika pagi hari tak memperbarui informasi. Dan yang jadi pilihannya sejak dulu adalah Jawa Pos. “Saya tetap nyaman membaca koran, karena TV juga sudah tidak pernah melihat. Kalaupun membuka portal online tidak bisa lama, matanya sudah tidak kuat,” ucap pria 67 tahun ini.

Kebiasaan ini dilakukannya lebih dari 45 tahun lalu. Slamet sendiri mengenal Jawa Pos sejak masih remaja dan tinggal bersama orang tuanya di semuah toko Jl A Yani Jombang. “Seingat saya tahun 1965 saya sudah membaca Jawa Pos, karena orang tua sudah langganan,” lanjutnya.

Ia menyebut, harga koran saat itu sangat murah. Jawa Pos juga dipilih karena konten beritanya menyuguhkan informasi lengkap. “Apalagi waktu itu agennya masih dekat rumah yang pertama,” lanjut dia lagi.

Mengaku tak punya rubrik atau bagian favorit, Slamet menyebut setiap membaca Jawa Pos, halaman utama yang harus menjadi fokus bacaannya. Halaman utama perlu diikuti agar dirinya tak ketinggalan informasi. “Apalagi setelah ada Radar Jombang ya pasti saya ikuti terus, jadi konten nasional yang jadi sorotan dapat, konten lokalnya juga dapat,” imbuhnya.

Langganan koran milik orang tuanya pun, akhirnya ikut dibawa ke toko yang kini ia tempati. Saat itu, toko yang sekaligus tempat berjualan sempat dijadikannya tempat tinggal. Tapi sejak 2001, setelah kebakaran toko, ia kemudian pindah di rumahnya sendiri Jl Kenanga Jombang. “Langganan masih berlanjut. Jadi kalau dihitung sudah tiga tempat saya tinggal dan Jawa Pos tidak pernah terlewatkan,” tambah Slamet.

Bahkan, ia menyebut akan tetap berlangganan koran Jawa Pos selama ia mampu. “Saya butuh bahan bacaan, informasi yang selalu baru. Dan Jawa Pos jadi pilihan saya,” pungkasnya. (bersambung)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia