alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Teror Lempar Batu di Sukomulyo Mojowarno Dialami 11 Rumah dari Tiga RT

26 Juni 2020, 21: 00: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Warga Dusun Cakulkidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang menunjukkan kondisi atap rumah yang jadi sasaran teror lempar batu tengah malam.

Warga Dusun Cakulkidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang menunjukkan kondisi atap rumah yang jadi sasaran teror lempar batu tengah malam. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pemerintah Desa Sukomulyo angkat bicara mengenai teror lempar batu yang terjadi di wilayahnya.

Sekretaris Desa M Reza Pahlevi mengakui kejadian teror pelemparan batu yang menimpa warganya. Dari laporan warga yang ia terima serangan masih terlokalisir di satu dusun. Sedikitnya, ada sebelas rumah yang menjadi sasaran di tiga RT berbeda.

“Jadi kabar itu tentu kami benarkan, karena buktinya memang ada serangan di sejumlah rumah warga,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang Jumat (26/6).

Ia menyebut, serangan ini sudah muncul sejak lebih dari seminggu lalu dan terjadi pada malam hari. Hanya saja, serangan aksi teror ini muncul tidak setiap hari.

Reza menyampaikan, jika serangan terakhir terjadi sekitar Rabu (24/6) atau Kamis malam (25/6). “Biasanya munculnya selang sehari dari serangan sebelumnya,” lanjut dia.

Dari data yang ia punya, teror pelemparan batu ini terjadi hanya di satu dusun. Ia menyebut serangan tak memiliki pola yang jelas dan dilakukan terlihat secara acak.

“Kalau dihitung dari awal serangan, sudah 10-11 rumah yang diserang. Sebarannya di RT 01, RT 02 dan RT 03. Hanya di Dusun Cakulkidul,” tambahnya.

Reza juga tak mengetahui motif aksi teror lempar batu tersebut. Sebab, dalam tiga tahun terakhir tak ada konflik apapun di desanya. Termasuk antar desa terdekat.

“Konflik pemuda memang pernah tiga tahun lalu, tapi sudah selesai. pelemparan ini juga hanya teror melempar, tidak ada yang melapor kehilangan,” lontarnya.

Hingga kini ia masih terus meminta warga untuk aktif berjaga. Pihaknya juga menyebut belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Sementara masih kita upaya sama warga, menjaga di beberapa titik yang diaggap rawan aksi teror,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Mojowarno AKP Yogas mengaku belum mendapat informasi perihal adanya teror yang menyasar wilayah hukumnya. “Sampai sekarang belum ada warga yang melapor, terimakasih informasinya kami akan tindaklanjuti,” ucapnya.

Dia menyebut akan menggelar patroli rutin, selain mengerahkan unit reskrim untuk menyelidiki aksi teror. “Jadi patroli rutin mungkin akan diarahkan ke dusun itu, terutama di jam rawan,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia