alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Teror Lempar Batu Tengah Malam Resahkan Warga Sukomulyo Mojowarno

26 Juni 2020, 19: 45: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Warga Dusun Cakulkidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang menunjukkan kondisi atap rumah yang jadi sasaran teror lempar batu tengah malam.

Warga Dusun Cakulkidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang menunjukkan kondisi atap rumah yang jadi sasaran teror lempar batu tengah malam. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Beberapa hari terakhir warga Dusun Cakulkidul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang resah. Itu setelah beberapa rumah warga jadi sasaran teror lempar batu tengah malam.

Salah satunya milik Suparno, warga RT 01/RW 01 yang benting atap dapur pecah setelah dilempar batu oleh orang tak dikenal Sabtu malam (20/6) lalu.

“Kalau rumah saya ini Sabtu sekitar pukul 23.30 WIB, tiba-tiba ada yang melempar batu. Kena genting bagian dapur,” katanya Jumat (26/6).

Diceritakan, dia yang saat itu masih belum terlelap tidur, begitu mendengar ada yang melempar genting, langsung  keluar rumah. Dibantu beberapa warga lainnya, dia mencoba mencari orang yang melempar batu tersebut.

“Orang-orang keluar, malah rumah yang lain juga kena lemparan batu,” imbuhnya. Hitungannya dalam semalam ada enam rumah yang menjadi sasaran teror lempar batu. Seluruhnya bagian genting yang rusak.

“Pokoknya kalau dibiarkan hanya satu atau dua kali. Tapi, kalau orang-orang ini keluar rumah dan ramai, lemparannya tambah banyak,” sambung lelaki usia 40 tahun ini.

Kendati begitu, hingga saat ini warga belum mengetahui siapa peneror tengah malam tersebut. “Kemarin malam masih ada rumahnya yang kena lemparan baru, tapi tidak banyak,” terang dia.

Genting yang sudah pecah, lanjut Suparno, keesokan harinya langsung diperbaiki. “Punya saya langsung diganti genting baru, soalnya hanya satu kali. Yang lain ada sampai dua kali,” paparnya.

Aksi lempar batu itupun disampaikan ke pihak RT untuk diteruskan ke pemerintah desa setempat. “Sudah dilaporkan ke pak kades,” pungkas Suparno.

Senada Syamsul Huda warga lainnya mengaku dalam waktu tiga hari ini rumahnya sudah dua kali jadi sasaran teror lempar batu. “Sekitar seminggu lalu, yang pertama genting bagian kamar pecah,” ungkapnya.

Selang beberapa hari kemudian, lanjut Syamsul, teror itu maish berlanjut. Rumahnya tetap menjadi sasaran teror lempar batu. “Ýang kedua ganti genting kamar mandi yang pecah,” sambung dia.

Teror lempar batu itu berlangsung tengah malam sekitar pukul 23.00. Kondisi  di rumahnya saat itu juga masih ramai kerumunan. “Banyak anak-anak di sini ngumpul, ketika tahu ada suara, semua langsung lari ke belakang. Sudah dicari, ternyata tidak ketemu,” terang pria usia 23 tahun ini.

Tidak hanya rumahnya, beberapa hari sebelumnya, rumah warga yang lain juga menjadi sasaran teros lempar batu. “Masih satu RT, tapi rumahnya sebelah utara. Kalau sekitar sini ada lima sampai enam rumah yang kena teror,” pungkas Syamsul.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia