alexametrics
Kamis, 02 Jul 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Serangan Hama Tikus Merata, POPT Sebut Talud Jalan Tol Jadi Sarang

26 Juni 2020, 17: 45: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Beberapa petak sawah milik petani di Jombang yang diserang hama tikus.

Beberapa petak sawah milik petani di Jombang yang diserang hama tikus. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Banyaknya serangan hama tikus yang menyerang petani di Jombang dibenarkan pihak Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Jawa Timur di Jombang. Bahkan serangannya hampir merata, paling banyak wilayah yang berhimpitan dengan jalan tol.

“Memang akhir-akhir ini tikus membuat resah petani, jadi serangannya merata. Mulai Kesamben, Sumobito, Tembelang, Megaluh sampai Jombang ini juga ada, Perak serta Bandarkedungmulyo. Pokoknya yang dekat dengan tol ini yang paling banyak,” terang Sutami Koordinator POPT Jawa Timur di Jombang  saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang Kamis (25/6) kemarin.

Meski belum bisa menyebut luasan area lahan yang terserang, menurut dia daerah yang berhimpitan dengan jalan tol dirasa paling terdampak. “Karena apa? Kita sinyalir tol ini jadi sarang tikus. Karena disampingnya itu kan ada tanah kosong, sementara kita mau pengendalian tidak bisa,” imbuh dia.

Upaya pengendalian hama tikus pun tak bisa maksimal, sebab di areal yang disinyalir jadi sarang tikus dikelilingi pagar. Sehingga pengendalian ke talud jalan pun tidak bisa dilakukan. Terkecuali pihaknya meminta izin pengelola. “Susahnya di situ. Kita tidak kesulitan kalau mau masuk, sehingga pengendalian tidak bisa dilakukan,” sambung Tami.

Pihaknya sudah melakukan upaya pengendalian dengan gerakan gropyokan bersama, dan memberikan bantuan racun tikus pada petani. “Jadi begini, saya punya kegiatan gerdal (gerakan pengendalian, Red) padat karya di masing-masing kecamatan. Itu yang ikut dapat bayar Rp 100 ribu, seperti proyek padat karya itu, tetapi ini bentuknya gerakan, secara swadaya juga ada,” sebut dia.

Tidak hanya itu, menurutnya, upaya pengendalian dari Pemprov Jatim juga dilakukan. “Kemarin itu kami dapat bantuan 300 kilogram racun tikus, sudah kami bagikan,” sambung Tami.

Petani lanjut dia, juga sudah berupaya sendiri menaggulangi hama tikus. “Jadi bentuk pengendaian ini sebenarnya banyak, ada yang memakai senapan angin, racun, burung hantu, pengemposan. Terbaru itu liang tikus dikasih kapas yang sudah ditetesi bahan bakar. Entah itu pertalite atau premium, lalu dimasukkan ke liang,” pungkas dia.

Sebelumnya, sejumlah petani di Dusun/Desa Sukorejo, Kecamatan Perak kini tengah gusar akibat serangan hama tikus di wilayahnya. Tidak hanya tanaman padi yang sudah ditanam, tikus juga menyerang benih padi. Petani harus merogoh uang lebih besar untuk membuat bedengan.

Seperti yang terlihat Jumat (19/6) siang kemarin. Beberapa petani terlihat tengah sibuk menata plat seng di sawah. Plat ini, dipasang di sekeliling lokasi penyemaian benih padi. ”Ini sedang mengganti bedengan, awalnya plastik sudah mulai sobek-sobek diterjang tikus, sekarang pakai seng,” ucap Sutawi, 48, salah satu petani.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia